APBD Kabupaten Bogor Masih Defisit Rp880 Miliar 

APBD Kabupaten Bogor Masih Defisit Rp880 Miliar 
Foto: Reza Zurifwan



INILAH, Bogor - Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2021 Kabupaten Bogor sudah diketuk menjadi APBD. Jumlahnya mencapi lebih dari Rp7,6 triliun.

Selain jumlahnya yang turun, porsi pengalokasiannya juga masih fokus dalam penangganan wabah Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

"APBD Kabupaten Bogor sudah diketuk, jumlahnya menurun, porsi pengalokasiannya cenderung sama dengan tahun ini dimana kami fokus dalam penangganan wabah Covid 19 dan pemulihan ekonominya," ucap Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan kepada wartawan, Selasa (1/12/2020).


Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bogor ini menerangkan, pendapatan asli daerah (PAD) pada 2020 berjumlah Rp2,7 triliun dimana posnya didapat daru pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain PAD yang sah.

Iwan menuturkan, dengan total pendapatan sebesar daerah Rp6,7 triliun sementara besar APBD Rp7,6 triliun maka terjadi defisit anggaran sebesar Rp880 miliar.

"Insyaallah defisit pada APBD tersebut tertutupi dengan adanya Silpa (sisa lebih penggunaan anggaran) tahun ini sebesar Rp930 miliar, pengeluaran pembiayaan daerah Rp50 miliar dan penyertaan modal daerah sebesar Rp50 miliar," tutur Iwan.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Muhamnad Romli melanjutkan hingga tanggal 31 Desember nanti, Pemkab Bogor bersama DPRD Kabupaten Bogor akan menghitung besaran SILPa.

"Angka Silpa sebesar Rp930 miliar itu baru prakiraan dan kami masih menghitung total serapan APBD tahun 2020. Kami akan mengevaluasinya hingga akhir tahun ini," lanjut Romli. (Reza Zurifwan)