Akhirnya, Skuat Persib Diperbolehkan Main Fun Football

Akhirnya, Skuat Persib Diperbolehkan Main Fun Football
dok/inilahkoran



INILAH, Bandung - Skuat Persib Bandung akhirnya bisa sedikit bernafas lega. Terutama saat menjalani libur yang diberikan tim pelatih.

Pasalnya Supardi Nasir dan kawan-kawan mendapatkan keleluasaan untuk bisa bermain fun football. Kepastian itu diungkapkan Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahjono. 

Padahal sebelumnya, larangan bermain fun football dilontarkan pelatih Persib, Robert Rene Alberts bersamaan dengan tarkam alias antar kampung. Selain menghindari cedera, protokol kesehatan kurang mendapatkan perhatian. 


Teddy beralasan, fun football dirasa lebih aman untuk para pemain. Terlebih tujuannya untuk menjaga kebugaran dan menjaga agar tidak kehilangan sentuhan dalam bermain sepak bola.

Sebab sudah cukup lama para pemainnya tidak merasakan pertandingan. Terakhir terjadi pada pertengahan Maret lalu seiring ditundanya Liga 1 2020 akibat pandemi virus Corona (Covid-19). 

"Ini kan beda-beda ya kalau yang istilahnya menjaga kebugaran dengan ikut turnamen tarkam. Kalau fun football kan, kita kayak main sama Press FC. Jadi bukan sesuatu yang terlalu serius, gak sampai ada risiko besar," tegas Teddy saat dihubungi. 

Namun, Teddy tetap berharap para pemainnya bisa menjaga dirinya dengan baik. Jangan sampai terpapar Covid-19 atau mengalami cedera saat bermain fun football. 

"Saat pembubaran tim sudah diimbau untuk hati-hati dalam pertandingan," tegasnya.

Sebelumnya, aturan larangan bermain fun football sempat dikeluhkan Ardi Idrus. Bek kiri Persib Bandung ini menyatakan kekecewaanya. 

Menurut Ardi, fun football menjadi satu-satunya cara untuk menghilangkan kejenuhan. Terlebih Liga 1 2020 mengalami penundaan sejak Maret dan direncanakan akan berlanjut awal Februari 2021 mendatang. 

"Kayak jaga kondisi, di Persib dilarang. Semua gak bisa (fun football)," ungkap Ardi di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung beberapa waktu lalu. 

Pemilik nomor punggung 3 ini mengaku sudah sangat rindu untuk menjalani pertandingan, sekalipun itu hanya fun football. Namun timnya memberikan larangan. 

"Sulit kita main bola setengah mati sekarang," katanya. 

Pemain asal Ternate ini mengaku tidak bisa melakukan banyak kegiatan dalam menjalankan libur dua bulan yang diberikan. Sebab banyak batasan yang diberlakukan.

"Sekarang, kita pemain disuruh libur, tidak bisa main di manapun. Jadi paling saya main terus, libur total. Karena kita dilarang main bola sama manajemen," tegasnya.

Meski demikian, Ardi memastikan akan tetap berlatih. Tujuannya agar kondisi fisiknya bisa terjaga dengan baik.

"Paling kita latihan sendiri gym. Tapi sekarang belum ada programnya. Jadi sekarang total full libur," tutup Ardi mengakhiri. (Muhammad Ginanjar)