Polman Bandung Sinergikan Enam SPVA Dengan IDUKA

Polman Bandung Sinergikan Enam SPVA Dengan IDUKA
Istimewa



INILAH, Bandung-Politeknik Manufaktur (Polman) Bandung memperkuat visinya untuk menjadi institusi pendidikan yang turut andil mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi nasional. Khususnya yang berbasis inovasi dan manufaktur.

 

Salah satu tujuannya, yaitu turut berupaya agar lulusan dunia pendidikan dapat terus menyesuaikan diri dengan dunia kerja, terutama soal kebutuhan tenaga kerja industri.


 

Hal itu ditandai dengan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara 6 Satuan Pendidikan Vokasi Afiliasi (SPVA) yang didampingi oleh Polman Bandung dengan sejumlah mitra Industri dan Dunia Kerja (IDUKA), di Swiss-Bell Resort Dago Herritage, Kota Bandung, Selasa (1/12/2020). Pada kegiatan ini,  penandatanganan MoU dilakukan Wakil Direktur IV bidang Kerjasama Polman Bandung Otto Purnawarman.

 

Kesepakatan ini, merupakan bagian dari peran serta Polman Bandung dalam program Kampus Pendamping Kemitraan Industri Dunia Usaha dan Dunia Kerja (KPK-IDUKA) dari Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Mitras DUDI) Kemendikbud. Dalam program tersebut, Polman Bandung mendampingi enam institusi pendidikan Satuan Pendidikan Vokasi Afiliasi (SPVA) yang terdiri dari 3 Politeknik dan 3 SMK, yaitu Politeknik Negeri Subang, Politeknik Manufaktur Ceper, Politeknik Negeri Kupang, SMKN 1 Karawang, SMKN 6 Bandung dan SMKN 1 Losarang.

 

"Visinya mewujudkan dan meningkatkan kemitraan atau kerjasama antara Satuan Pendidikan Vokasi dengan IDUKA, termasuk didalamnya industri manufaktur," ujar ketua pelaksana program KPK IDUKA Gamawan Ananto.

 

Gamawan menyampaikan, Polman Bandung memandang program KPK-IDUKA ini sebagai sarana strategis untuk menularkan praktik baiknya dalam melaksanakan program kerjasama dengan industri dan dunia kerja  yang  telah dilaksanakan sejak tiga dekade lalu.

 

"Misi ini dijalankan dengan melakukan identifikasi potensi perbaikan, merencanakan program perbaikan dan melakukan proses peningkatan dalam rangka mencapai kemampuan yang efektif dan efisien sebagai mitra IDUKA, serta melakukan evaluasi hasil pendampingannya," katanya. 

 

Selain itu, Polman Bandung pun ingin memposisikan dirinya menjadi katalisator peningkatan kualitas pendidikan tinggi vokasi secara nasional. Indikasi keseriusan Polman Bandung dalam program KPK-IDUKA ditunjukkan pada pemilihan anggota tim yang dipilih untuk menjalankan aktivitas ini. 

 

"Polman berkoordinasi dengan para Ketua Jurusan untuk mengirimkan kader terbaiknya untuk memastikan program ini berjalan lancar dan berhasil guna," kata dia. 

 

Pihaknya berharap, mampu menghasilkan luaran sesuai dengan sasaran Direktorat Mitras DUDI. Di mana luaran pendampingan dalam program KPK-IDUKA ini adalah kesiapan SPV Afiliasi secara teknis, manajerial, dan sistem operasi pelaksanaan kerjasama. 

 

"Sehingga sekurang-kurangnya ada satu IDUKA baru yang bersedia bermitra dengan setiap SPV Afiliasi, tidak hanya pada kemitraan umum seperti Program Praktek Industri atau Magang Industri, namun juga pada kerjasama pemberdayaan teknologi yang dimiliki SPVA," papar dia. 

 

Adapun sejumlah poin yang merupakan output program KPK IDUKA tahun 2020, adalah perbaikan sistem SPV-A untuk Kemitraan IDUKA, Realisasi MoU SPV-A dan IDUKA selama berjalannya program dan terwujudnya kelengkapan dokumen pendukung sistem dalam organisasi SPV-A. (rianto nurdiansyah)