Tahun 2021, Pemkab Bogor Luncurkan Rp319 Miliar untuk Program 'Sami Sade'

Tahun 2021, Pemkab Bogor Luncurkan Rp319 Miliar untuk Program 'Sami Sade'
Foto: Reza Zurifwan



INILAH, Bogor- Di Tahun 2021 mendatang Pemkab Bogor menganggarkan Rp319 miliar untuk membangun jalan di 349 desa. Program tersebut 'dibungkus' ke dalam program satu milyar satu desa (Sami Sade).

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Muhammad Romli mengatakan pembiayaan pembangunan jalan desa melalui program Sami Sade ini karena sesuai regulasi, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kabupaten Bogor tidak bisa membangun jalan desa.

"Jalan-jalan desa tidak bisa dibangun oleh DPU-PR, hingga untuk mempercepat pembangunan jalan di desa-desa maka Bupati-Wakil Bupati Bogor dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) memberikan bantuan keuangan melalui program Sami Sade," kata Romli kepada wartawan, Senin, (30/11).


Sekjen DPC PPP Kabupaten Bogor ini menerangkan harusnya 419 desa mendapatkan bantuan keuangan program Sami Sade, namun karena tidak memenuhi persyaratan maka hanya 349 desa yang mendapatkam bantuan tersebut.

"Sisa desa yang belum mendapatkan bantuan program Sami Sade akan dianggarkan pada Tahun 2022 mendatang, tahun ini kami menganggarkan Rp 319 milyar untuk disalurkan ke 349 desa dan di 400 titik," terangnya.

Romli menuturkan agar program Sami Sade tidak disalah gunakan oleh oknum aparatur desa atau pihak lainnya, maka Pemkab dan DPRD Kabupaten Bogor sudah menganggarkan biaya pengawasannya.

"Kalau dulu jaman bantuan keuangan desa (Bankeudes), pokok pikiran dewan atau dana aspirasi itu pengawasannya hanya uji petik, maka kali ini 349 desa akan diawasi oleh Inspektorat dan Kejaksaan untuk pelaporan dan penggunaan dana program Sami Sade," tutur Romli.

Ia melanjutkan dengan program Sami Sade, Pemkab Bogor mengharapkan menjadi stimulus kebangkitan ekonomi di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pra Adaptasi Kebiasaam Baru (AKB).

"Memang saat ini masih pandemi Covid 19, terapi ekonomi di pedesaan harus tetap bangkit dengan adanya pembangunan jalan. Dengan adanya bantuan keuangan ini selain menstimulus roda ekonomi di pedesaan, juga bisa memberikan 'lapangan' pekerjaan bagi masyarakat desa tersebut," lanjutnya. (Reza Zurifwan)