Simalakama Pilkada Serentak 2020

Simalakama Pilkada Serentak 2020
net



INILAH, Bandung – Kurang dari dua pekan lagi, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak bakal digelar. Bahkan Presiden Joko Widodo sudah menetapkan bahwa 9 Desember mendatang, melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2020 Tentang Hari Pemungutan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2020 yang diteken pada Jumat lalu, sebagai hari libur nasional.

Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Haru Suandharu mengatakan, dirinya khawatir akan dampak dari pelaksanaan Pilkada terhadap kesehatan masyarakat. Mengingat sejauh ini, grafik pandemi Covid-19 kian melonjak signifikan. Euforia pesta demokrasi lima tahunan tersebut diyakininya diperkirakan akan menambah jumlah korban positif, terlebih sampai sekarang sudah ada beberapa kandidat calon dan tim sukses yang terjangkit.

Seharusnya kata dia, pelaksanaan Pilkada diundur hingga situasi sudah dianggap memungkinkan, guna melindungi masyarakat dari ancaman pandemi tersebut. Namun pemerintah menilai tetap harus dilaksanakan pada tahun ini, sehingga mau tak mau harus siap terhadap kemungkinan terburuk yang bakal terjadi, meski sudah menjalani protokol kesehatan.


“Saya kira, memang situasi sekarang sulit dan sudah diprediksi sebelumnya. Dulu ada usulan untuk diundur ke 2021, sampai situasi kondusif. Tetapi sudah diputuskan, artinya semua risiko sudah diperkirakan akan terjadi dan benar (korban bertambah) ketika kampanye. Sekarang kan kandidat, tim sukses, anggota partai, sudah banyak yang positif dalam kondisi ini (kampanye). Saya kira ya kita harus tetap melaksanakan agenda kampanye dan Pilkada, dengan mengikuti protokol kesehatan. Walaupun harus diakui kurang efektif,” ujar Haru kepada INILAH, Senin (30/11/2020).

“Tetapi kita tetap berusaha, melalui sosial media. Kampanye bersifat digital dikedepankan. Walaupun sejauh ini kita tahu, dan pak presiden juga sudah menyampaikan bahwa angka penderita Covid-19 sekarang semakin meningkat. Sehingga menurut saya ini kita harus perhatikan bersama,” imbuhnya.

Haru menambahkan, seharusnya sejak awal pemerintah lebih cermat dalam mengambil kebijakan, jangan sampai masyarakat yang jadi korban. Dia menilai, kesehatan masyarakat sejatinya menjadi prioritas utama pemerintah ketimbang persoalan lain. Konsistensi dalam melindungi kesehatan pun seharusnya tetap dijaga kata dia, meski memiliki dampak lain salah satunya ekonomi.

“Saya kira, seharusnya tetap mengedepankan kesehatan. Itu yang menjadi prioritas. Jangan sampai, karena bersemangat melaksanakan Pilakada, jadi mengorbankan kesehatan. Lalu persoalan ekonomi. Harusnya kesehatan dengan ekonomi jangan dibenturkan. Harusnya kita pasrah, bahwa kesehatan, keselamatan masyarakat itu nomor satu. Yang lainnya seperti Pilkada, ekonomi, harusnya nomor dua. Karena kalau kita misalnya samakan, berarti kita tidak punya prioritas,” ucapnya.

“Seperti sekarang, karena ingin mengejar perbaikan ekonomi, kemudian dilonggarkan. Akhirnya Covid-19 (pasien positif) makin naik. Baiknya kita konsisten dan bersabar. Semua posisi tidak mudah sekarang ini. Tapi bagaimanapun, saya sudah ingatkan. Protokol kesehatan tetap diutamakan,” sambungnya.

 Sementara itu, mengenai kesiapan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjelang Pilkada dalam situasi sekarang. Haru mengatakan, pihaknya sudah mengingatkan dan menyarankan agar mereka semaksimal mungkin mengawasi protokol kesehatan agar tidak muncul klaster baru usai Pilkada. Dia berharap, dalam pelaksanaannya kelak kondisi akibat pandemi tidak semakin parah.

“Kita sudah beberapa kali ketemu dengan komisioner KPU. Baik KPU Kota dan Kabupaten. Kita hanya berusaha bagaimana pelaksanaan Pilkada sesuai protokol kesehatan yang sudah kita kenal, dapat berjalan efektif. Mungkin hanya itu yang bisa kita lakukan, karena situasi sekarang yang serba sulit. Mudah-mudahan tidak semakin parah, dengan makin bertambahnya korban. Kita mengingatkan dan mendorong kepada masyarakat, agar mengikuti aturan dari pemerintah dalam protokol kesehatan. Sama-sama kita menjaga, agar Pilkada bisa berjalan aman dan kesehatan masyarakat terjaga,” tandasnya. (Yuliantono)