Serapan APBD Rendah, Wabup Bogor Road Show ke SKPD

Serapan APBD Rendah, Wabup Bogor Road Show ke SKPD
Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan road show ke Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). (reza zurifwan)



INILAH, Bogor - Memasuki Desember, Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan akan road show ke Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Hal itu dilakukan untuk mempercepat angka serapan Anggaran Penggunaan Belanja Daerah (ABPD).

Info yang diketahui, angka serapan anggaran SKPD di Bumi Tegar Beriman masih terbilang rendah, mulai 20 - 53 persen.

"Mulai besok hingga 23 Desember kami akan melakukan road show ke SKPD, jujur grafik serapan ABPD masih rendah hingga harus dipercepat dengan cara melakukan koordinasi langsung dengan SKPD terkait," ujar Iwan Setiawan, Senin, (30/11).


Ayah lima orang anak ini menerangkan bahwa rendahnya serapan APBD ini bukanlah di belanja barang jasa, tetapi di belanja modal. SKPD yang masih rendah serapan modal di antaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Perdagangan dan Perindustrian.

"Mereka kalau ditanya jawabannya optimis tetapi grafik serapan APBD-nya masih rendah, ada SKPD-nya yang belanja barang jasanya berada di angka 11 persen. Kita akan tanya mulai dari Kasi hingga Kadis apa yang menjadi kendala mereka," terangnya.

Iwan menuturkan jajarannya juga menyoroti gagal lelangnya sejumlah pengadaan barang jasa, ia meminta kegagalan tersebut menjadi pembelajaran hingga tidak terjadi lagi di tahun berikutnya.

"Gagal lelangnya sejumlah pengadaan barang jasa harus menjadi pembelajaran SKPD agar ke depan tidak terulang lagi, buat apa dianggarkan tetapi tidak bisa dilaksanakan karena berbagai alasan. Saya minta perencanaan pengadaan barang jasa dilakukan secara matang," tutur Iwan.

Sarjana Ekonomi Universitas Pakuan ini melanjutkan selain APBD Kabupaten Bogor, sejumlah proyek pengadaan barang jasa di sejumlah RSUD yang anggarannya berasal dari APBD Provinsi Jawa Barat juga terbilang rendah.

"RSUD Cibinong yang mendapatkan bantuan keuangan dari APBD Provinsi Jawa Barat juga masih rendah serapan anggarannya, tetapi itu bukan karena progres pembangunan yang masih rendah tetapi karena bantuan keuangannya yang belum cair. Kendala-kendala di atas akan kami benahi secara bertahap," pungkasnya. (reza zurifwan)