Siapapun Menang, Komitmen Berantas Korupsi di Bandung Harus Kuat

Siapapun Menang, Komitmen Berantas Korupsi di Bandung Harus Kuat



INILAH,Bandung - Yena Iskandar Ma'soem mengajak pasangan calon bupati Bandung lainnya untuk bersaing secara bersih dalam kontestasi Pilbup Bandung 2020. Yena berharap paslon lain tak mengambil keuntungan dari warga yang masih awam dengan politik.

Menurut Yena, pelaksanaan Pilbup Bandung 2020 pada9 Desember 2020 bertepatan dengan Hari Anti Korupsi Sedunia. Oleh sebab itu, ia meminta pasangan calon lain tidak memberikan janji-janji yang muluk yang nantinya jika terpilih justru bisa berpotensi melakukan korupsi.

"Apalagi dengan janji bantuan dana. Bagi-bagi jabatan atau bagi-bagi proyek. Saya harap semua bersaing secara bersih," kata Yena dalam pesan tertulisnya, Senin (30/11/2020).


Dikatakan Yena, saat ini usia Kabupaten Bandung menginjak ke 378. Kendati demikian, Kabupaten Bandung dinilai masih jauh tertinggal dengan daerah-daerah lain.

Oleh sebab itu, kata Yena, ke depan Kabupaten Bandung harus memiliki pemimpin yang cerddas dalam mengelola aset daerah dengan visi misi yang jelas dan terukur. Tentunya, pemimpin Kabupaten Bandung harus betul-betul memiliki komitmen jelas untuk tidak melakukan korupsi.

"Sejak era reformasi masalah audit aset daerah hanya dijadikan sebagai dagangan politik semata untuk menarik simpati warga.Karena hingga saat ini belum ada satupun pemimpin di Kabupaten Bandung yang dapat menuntaskan audit aset daerah," ujarnya.

Sebagai calon bupati Bandung, Yena mengaku untuk menuntaskan berbagai permasalahan yang belum selesai di Kabupaten Bandung. Termasuk menjadikan Kabupaten Bandung sebagai daerah yang anti korupsi. Terutama difokuskan kepada Sumber Daya Manusianya (SDM).

"Kita akan memprioritaskan audit aset Pemda dalam program seratus harinya di Kabupaten Bandung dan segera menentukan arah pembangunan dan kebijakan Kabupaten Bandung untuk 5 tahun kedepan,"katanya.

Yena berharap, semua aset daerah harus difungsikan semaksimal mungkin untuk kemaslahatan warga."Korupsi bukan budaya tapi musuh bersama. Maka setiap pemimpin yang lahir pada 9 Desember harus menjadi motor penggerak anti korupsi di daerah di mana ia terpilih," ujarnya.(rd dani r nugraha).