Pemkab Cirebon Konsisten Dorong Profesionalisme Wartawan

Pemkab Cirebon Konsisten Dorong Profesionalisme Wartawan
Pemkab Cirebon Konsisten Dorong Profesionalisme Wartawan



BUPATI Cirebon, Imron Rosyadi berkomitmen untuk  terus mendorong profesionalisme wartawan. Karenanya, Imron pun sangat mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan 2 dan  3 PWI Cirebon dan Angkatan 39 dan 40 PWI Jabar.

Bupati Cirebon, Imron Rosyadi mengapresiasi pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar PWI Cirebon selama dua hari, Sabtu (28/11) hingga Minggu (29/11).

Menurut Imron, UKW merupakan eksistensi jurnalis supaya lebih diakui publik. Disamping itu, dalam melaksanakan tugas kewartawanan, harus memiliki standar kompetensi yang memadai.  "UKW ini sebagai tempat untuk memfilter, apakah mereka sudah bisa disebut kompeten atau belum. Tidak sembarangan dan tidak mudah untuk menjadi wartawan, karena banyak proses yang harus dilalui," kata Imron, saat membuka UKW, pada salah satu hotel berbintang di Cirebon, Sabtu (28/11/2020)

Imron menjelaskan, profesi wartawan sendiri, sangat berhubungan erat dengan kepentingan publik. Hal itu  karena, wartawan bisa masuk diposisi apa saja dan bisa masuk kemana saja.. dengan kondisi semacam itu, mau tidak mau wartawan harus dibekali dengan pengetahuan dan aturan yang sudah ditetapkan.

"Kalau boleh diibaratkan, wartawan itu seperti pengawal kebenaran dan keadilan. Mereka juga sebagai kontrol kebijakan pemerintah. UKW ini menjadi alat ukur profesionalitas wartawan. Standar kompetensi ini bertujuan untuk menjaga kehormatan pekerjaan wartawan dan bukan untuk membatasi hak asasi warga menjadi wartawan," katanya.

Imron menilai, pada era modern ini, banyak bermunculan media dan oknum yang mengatasnamakan wartawan. Mereka melakukan kegiatan kewartawanan tanpa mengindahkan kode etik jurnalistik. Selain itu, legalitasnya pun diragukan. Hal tersebut tentunya akan mencoreng nama baik wartawan dan media di mata masyarakat.

"Untuk itu guna mencapai standar kompetensi, Pemkab Cirebon melalui Diskominfo memfasilitasi kegiatan UKW yang berlangsung selama dua hari. Wartawan yang belum UKW dinilai belum memiliki kompetensi sesuai standar kompetensi yang diverifikasi dewan pers," jelas Imron.

Disisi lain, Imron juga melihat kompetensi wartawan berkaitan dengan kemampuan intelektual dan pengetahuan umum. Justru,  dalam kompetensi wartawan melekat pemahaman tentang pentingnya kemerdekaan berkomunikasi, berbangsa, dan bernegara yang demokratis. Dia menilai, kompetisi wartawan tidak hanya meliputi kemampuan dalam mengolah kata dan bahasa serta penulisan berita, namun juga harus memahami etika dan hukum pers.

"Seorang pewarta dapat dikatakan profesional jika dalam pengolahan informasi tersebut dapat melalui beberapa tahapan. Dikatakan intelejen juga bisa. Mereka kan mencari, memperoleh, menyimpan, mengolah, memiliki, dan membuat hingga menyiarkan berita," ungkapnya.

Imron berharap, kedepan PWI Cirebon bisa meningkatkan fungsinya sebagai institusi sosial. Dengan begitu, ada sinergitas yang dibangun antara wartawan dengan Pemkab Cirebon. Sebagai kontrol sosial, wartawan justru menjadi garda terdepan untuk memberikan informasi. Dengan begitu, sebagai bupati dirinya akan lebih cepat mengetahui kejadian dilapangan.

"Saya justru senang kalau ada wartawan memberikan informasi. Asal datanya akurat dan tepat, pasti akan saya tindak lanjuti. Jadi kedepan, profesionalitas wartawan harus lebih ditingkatkan lagi. Ini demi tercapainya  sinergitas antara wartawan dengan Pemkab Cirebon," terang Imron.

Sementara, Kepala Diskominfo Kabupaten Cirebon Harry Safari mengatakan, peserta yang mengikuti UKW sebanyak 50 peserta. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari dengan memakai sumber dana APBD Kabupaten Cirebon tahun 2020. Dia berharap, dengan adanya UKW maka profesionalisme wartawan semakin meningkat. Disamping itu, kompetensi wartawan sudah teruji, sesuai dengan jenjang kompetensi yang diikuti.

"Kalau yang sudah lulus UKW berarti kompetensinya sudah tidak diragukan lagi. Mereka sudah kompeten dan tentunya profesional. Untuk itu, mari bersinergi dengan Pemkab Cirebon, supaya kami juga dapat masukan yang sifatnya membangun," papar Harry.

Terpisah, Ketua PWI Cirebon, Noli Alamsyah mengucapkan terimakasih kepada Bupati Cirebon, yang dengan cepat merespon program UKW tersebut. Hanya dalam hitungan hari, Imron memerintahkan Kabag humas dan Kadis Infokom untuk menyetujui agenda tersebut, sampai bisa terlaksana.

"Mudah mudahan Kabupaten Cirebon wartawannya semakin kompeten dan profesional. Dengan begitu, pemberitaan yang disajikan akan berimbang tanpa ada tendensi apapun. (maman suharman/ADV)