Pemprov Jawa Barat Terus Dorong Geliat Ekonomi di Tengah Pandemi

Pemprov Jawa Barat Terus Dorong Geliat Ekonomi di Tengah Pandemi



INILAH, Bandung,- Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengapresiasi perusahaan yang bertahan bahkan mampu mengekspor produknya di tengah pandemi global Covid-19. Uu juga menegaskan Pemprov Jabar akan terus mendorong geliat ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Uu mengungkapkan, pandemi Covid-19 telah memporak-porandakan berbagai sektor tak terkecuali ekonomi. Karenanya, Uu mengaku sangat bersyukur dan mengapresiasi masih adanya perusahaan yang mampu terus bertahan dari gempuran pandemi Covid-19 terlebih mampu ekspor. Pasalnya, ekspor bersih atau net export (X-M) menurut Uu merupakan salah satu komponen yang mampu menunjang pertumbuhan ekonomi, termasuk di Jabar.

Hal tersebut disampaikan Uu Ruzhanul Ulum saat berkunjung ke PT Daese Garmin, Jl. Ibrahim Adji No.90 Kota Bandung, Jumat (27/11) lalu. Dalam kesempatan tersebut, Uu juga sekaligus melepas ekspor setelan jas PT Daese Garmin ke Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Uu mengatakan, dengan adanya aktivitas ekspor oleh PT Daese Garmin, juga menjadi sinyal kebangkitan ekonomi Jawa Barat. Semoga hal itu pun diikuti berbagai perusahaan yang ada di Jawa Barat tak terkecuali pelaku ekspornya. "Mudah-mudahan ini menjadi sinyal positif bagi kita semua. Dan ini tentu saja memenuhi harapan Pak Gubernur Ridwan Kamil. Artinya sudah ada geliat ekonomi, sudah ada perkembangan ekonomi,” ungkapnya.

Kang Uu sapaan akrabnya Uu Ruzhanul Ulum juga menegaskan, Pemprov Jabar akan berkomitmen untuk memberikan perhatian dan kemudahan-kemudahan terhadap pelaku usaha. "Insyaallah Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat akan memberikan perhatian penuh dan memberikan kemudahan-kemudahan (kepada pelaku usaha) untuk menggeliatnya ekonomi,” tambahnya.

Kang Uu pun mengatakan, keberhasilan ekonomi suatu daerah tidak lepas dari kontribusi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, swasta, hingga masyarakat. Ia pun menilai pihak swasta seperti PT Daese Garmin berperan dan berkontribusi dalam pembangunan Jabar.

Adapun di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dan pemulihan ekonomi, Kang Uu mengingatkan masyarakat untuk beraktivitas atau produktif dengan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan).  “Maka diharapkan masyarakat Jawa Barat harus bergerak dalam bidang ekonomi, bergerak mencari rezeki, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” kata Kang Uu.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Barat Saifullah Nasution mengatakan, PT Daese Garmin merupakan perusahaan yang masuk dalam kawasan berikat, yang artinya perusahaan tersebut mempunyai kemudahan fiskal yang diberikan pemerintah lewat Kementerian Keuangan Republik Indonesia pada perusahaan dalam negeri dengan orientasi ekspor.

Ia menambahkan, Jabar terus berkontribusi dalam angka ekspor nasional. Ekspor PT Daese Garmin sebanyak empat kontainer ke Amerika Serikat dan Korea Selatan pun dinilai sangat baik.  “Sampai dengan bulan ini (ekonomi) Jawa Barat tetap unggul di seluruh Indonesia, bisa bertahan. Karena ini tergambar dari aktivitas semua industri yang bisa tetap berjalan,” ucap Saifullah.

PT Daese Garmin bergerak di industri manufaktur padat karya yang fokus memproduksi setelan jas untuk diekspor ke Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Korea Selatan, Australia, hingga Uni Emirat Arab, dengan jumlah pekerja mencapai kurang lebih 2.000 orang.(rianto nurdiansyah)