Si Dilan Permudah Pemkab Bogor Monitoring Pembangunan

Si Dilan Permudah Pemkab Bogor Monitoring Pembangunan
Foto: Reza Zurifwan



INILAH, Bogor - Untuk mempermudah monitoring pembangunan, Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor membentuk aplikasi sistem informasi pengendalian pembangunan (Si Dilan).

Hal ini melengkapi aplikasi lainnya yang sudah dibentuk Pemkab Bogor melalui masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) seperti e-planning, e-budgeting, SIRUP, LPSE dan lainnya.

Dengan langkah-langkah tersebut, Kabupaten Bogor pun menuju ke arah smart city karena berjalannnya roda pemerintah hingga roda pembangunan bisa dimonitor melalui aplikasi.


"Si Dilan ini melengkapi aplikasi yang dibentuk sebelumnya. Aplikasi Si Dilan ini untuk memonitor segala macam pembangunan mulai dari pemenang lelang, progres pembangunan, serapan anggaran hingga pertanggung jawaban. Nanti Bupati Bogor dan jajaran kalau ingin melihat progres pembangunan di SKPD teknis bisa melalui aplikasi Si Dilan," ucap 
Kabag Program dan Pengendalian Pembangunan Setda Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika kepada wartawan, Kamis (26/11/2020).

Dia menerangkan, dengan banyaknya aplikasi menuju ke arah smart city maka hal itu memudahkan Pemkab Bogor dalam berkordinasi.

"Kita harus sudah memulai sustem digitalisasi dan meninggalkan sistem manual, agar memudahkan kordinasi baik antar SKPD maupun dengan 40 kecamatan maka Pemkab Bogor harus menjadi smart city," terangnya.

Ajat menjelaskan, pihaknya pada hari ini melakukan sosialisasi aplikasi Si Dilan kepada Inspektorat, Dinas PUPR, Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, DPKPP, Dinkes, Pengadaan Barang Jasa, Bappedalitbang, Diskominfo, dan Camat se-Kabupaten Bogor.

"Dengan menerapkan aplikasi Si Dilan, maka semua instansi yang diundang pada hari ini maka bisa menjadi satu kesatuan menjadi unit pengendalian pembangunan Kabupaten Bogor. Jika sebelumnya kecamatan kurang dilibatkan oleh SKPD teknis maka sejak aplikasi diterapkan pada Tahun 2021 mendatang mereka ikut memonitor pembangunan di wilayahnya masing-masing," jelas Ajat.

Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Bogor Joko Pitoyo melanjutkan aplikasi Si Dilan ke depan harus bisa menyajikan data pembangunan secara real time.

"Aplikasi Si Dilan harus real time dalam menyajikan laporan progres pembangunan, hingga bisa mempercepat serapan ataupun efektivitas penggunaan anggaran karena dengan diterapkan aplikasi diharapkan tidak ada lagi proyek pembangunan yang meluncur ke tahun selanjutnya," lanjut Joko. (Reza Zurifwan)