Ketua Komisi V DPRD Jabar: Kita Jangan Lengah, Kasus Positif Covid-19 Meroket Lagi 

Ketua Komisi V DPRD Jabar: Kita Jangan Lengah, Kasus Positif Covid-19 Meroket Lagi 
istimewa



INILAH, Bandung - Saat ini terjadi lonjakan signifikan terhadap jumlah kasus positif Covid-19 di Provinsi Jawa Barat, dalam beberapa waktu terakhir. Terbaru, Kabupaten Garut dilaporkan ada penambahan 21 kasus dan salah seorang diantaranya meninggal dunia akibat pandemi tersebut.

Menyikapi kondisi ini, Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Dadang Kurniawan mengaku prihatin. Menurutnya, apa yang terjadi sekarang akibat dari menurunnya kesadaran dan kepedulian semua pihak. Hal ini disinyalir kata dia, karena adanya kejenuhan dan mulai jengahnya masyarakat terhadap situasi sekarang.

Padahal seharusnya protokol kesehatan tetap harus berjalan, sampai nanti sudah dipastikan adanya solusi paten dalam penanganan pandemi tersebut. Dia menambahkan, persoalan ini akan menjadi bahan evaluasi pihaknya agar tidak terulang. Terlebih sudah banyak anggaran yang dikucurkan untuk pencegahan terhadap Covid-19.


“Ini jadi bahan evaluasi kita, karena berimbas terhadap anggaran yang kita keluarkan. Harapan kami sebagai fungsi pengawasan, dengan anggaran yang sudah dikeluarkan ada harapan persoalan ini bisa hilang. Tetapi malah begini. Ini yang sedang kami evaluasi untuk masyarakat dan pemerintah. Kita jangan lengah. Sejak awal, saya sudah sampaikan dalam penanganan ini tidak hanya bisa salah satu pihak yang berbuat. Pemerintah saja atau masyarakat saja. Tetapi keduanya harus bisa saling berbuat,” ujar Dadang kepada INILAH, Selasa (24/11/2020).

“Saya ingatkan kepada pemerintah, untuk tidak lengah dan selalu memberikan motivasi dan sosialisasi tentang kewajiban mengikuti protokol kesehatan kepada masyarakat. Sebab walau bagaimana pun mau tidak mau, suka tidak suka, sampai ada obat atau vaksinnya. Kita tetap harus ikuti. Saya akui, mungkin menurunnya kesadaran terhadap prilaku baru ini karena masyarakat jenuh. Atau bisa saja karena merasa sudah lebih baik. Maka dari itu, pemerintah juga jangan lengah untuk memberikan edukasi. Mengingatkan bahwa protokol kesehatan tetap harus dilakukan. Kita harus sama-sama menjaga dan mengingatkan, agar persoalan ini tidak semakin parah,” sambungnya.

Tidak hanya itu, kader Partai Gerindra ini meminta kepada pemerintah agar penanganan pandemi tidak hanya terfokus terhadap masyarakat perkotaan. Dari hasil kunjungan ke daerah, khususnya di pelosok kata dia sudah mulai muncul kasus positif. Dia berharap, ada tindakan dari pemerintah untuk mencegah meluasnya daerah yang terpapar Covid-19.

“Ketika reses kemarin, pedesaan yang sebelumnya dianggap bersih ternyata sudah mulai ada. Ini juga jadi bahan evaluasi kami, supaya segera ada tindakan. Selain pemerataan sosialisasi, juga penanganannya harus merata secara keseluruhan. Baik dalam penyediaan fasilitas di puskesmas maupun jika memungkinkan penambahan,” ucapnya.

Lebih lanjut Dadang menuturkan, dalam penanganan pandemi saat ini pemerintah memang terjebak dalam situasi yang sulit. Ketika tindakan pencegahan dilakukan, pemerintah juga dihadapkan dengan situasi perekonomian yang menurun lantaran kegiatan usaha turut terhenti. Dia berharap, ada langkah strategis baik pemerintah maupun masyarakat agar perekonomian tetap tumbuh dan kasus Covid-19 bisa menurun.

“Harus diakui, mungkin kondisi yang terjadi sekarang karena faktor ekonomi. Ketika kita mencegah, dengan mengurangi aktivitas yang dapat memicu kerumunan. Berimbas dengan turunnya perekonomian. Sementara kalau kita abai, keselamatan masyarakat jadi taruhan. Seperti kemarin, ketika kita terlalu lama (PSBB) perekonomian makin turun. Ibarat buah simalakama. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat. Saya harap, dalam Adaptasi Kebiasaan Baru sekarang ada langkah yang baik. Bagaimana caranya jumlah kasus kita tidak bertambah dan perekonomian bisa membaik. Contoh, dulu pertanian masih kuat. Sekarang juga jadi terganggu. Sudah saatnya kita bersama-sama, untuk berusaha agar kedua sisi ini bisa tertangani dengan baik,” lanjutnya.

Sementara itu, mengenai keberlangsungan uji coba vaksin Sinovac. Dadang menjelaskan pihaknya belum mendapatkan informasi lebih lanjut terkait perkembangannya. Kendati demikian, dia tetap berharap ada titik terang dan dapat menjadi solusi terhadap situasi sekarang yang diakuinya semakin memberatkan pemerintah daerah dan masyarakat.

“Sejauh ini belum ada laporan mengenai vaksin ini. Sejauh mana vaksin ini bisa menjawab persoalan dari Covid-19. Tapi yang jelas ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dan pusat. Secara konkrit, kami belum menerima laporan karena hal ini juga terkait dengan agenda pusat. Tetapi kita sama-sama berharap, mudah-mudahan vaksin ini bisa menjawab kebutuhan terhadap musibah yang sedang sama-sama kita hadapi. Sebab sekarang kondisinya tidak bisa dibiarkan terus berlarut-larut,” tandasnya. (Yuliantono)