1.099 Guru Ikuti Seleksi Bakal Calon Kepala Sekolah SMAN/SMKN di Jabar

1.099 Guru Ikuti Seleksi Bakal Calon Kepala Sekolah SMAN/SMKN di Jabar
ilustrasi



INILAH, Bandung-Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat melakukan seleksi kepada bakal calon kepala sekolah untuk ditempatkan di SMAN/SMKN pada 2021 nanti. Terlebih, akan ada 213 posisi kepala sekolah yang kosong hingga akhir tahun depan. 

Diketahui, dari 1.664 pendaftar sebanyak 1.099 guru telah melengkapi berbagai syarat administrasi terhitung pada 17 November 2020.

Kepala Disdik Jabar, Dedi Supandi mengatakan, penilaian kepada bakal calon kepala sekolah yang telah melengkapi syarat administrasi tersebut dilakukan selama tiga hari pada 18-20 November. 


"Dalam satu hari, proses penilaian dilakukan kepada sekitar 350 guru secara virtual oleh pengawas dari akademis," ujar Dedi, Senin (23/11/2020).

Adapun assement yang dilakukan, Dedi menjelaskan, yaitu mencakup penilaian secara komprehensif. "Yang dinilai itu dia kompetensi, perilaku dan cara pemecahan masalah," imbuhnya.

Dari jumlah 1.099 bakal kepala sekolah itu, selanjutnya akan mengerucut menjadi 560 orang. Para guru yang lolos pada tahap penilain pun diwajibkan harus melengkapi persyaratan lainnya, yakni surat rekomendasi dari kepala sekolah untuk mengikuti tahapan selanjutnya.

"Itu nanti akan terseleksi lagi menjadi 280 orang. Nah 280 orang ini akan kita kirim ke Solo, Jawa Tengah di LPPKS (Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah) untuk mengikuti tes subtansi. Itu akan dilakukan pada awal 2021," papar Dedi.

Dari tes subtansi di LPPKS tersebut, maka akan diketahui apakah akan lulus seluruhnya atau tidak. Nantinya, bakal calon kepala sekolah yang lulus akan mengikuti diklat selama tiga bulan 

"Setelah lulus diklat nanti namanya calon kepala sekolah. dan inilah nanti LP2KS akan mengeluarkan nomor urut kepala sekolah (NUKS)," ungkapnya.

Dedi mengaku, penjaringan bakal calon kepala sekolah tersebut dilakukan sebagai upaya persiapan Disdik Jabar untuk mengisi kekosongan jabatan kepala sekolah pada 2021 nanti. Pasalnya, sebanyak 213 posisi kepala sekolah akan kosong pada 2021 nanti dengan berbagai catatan seperti pensiun atau kepala sekolah yang berurusan dengan hukum.

"Historinya kita ini ada 213 kepala sekolah yang akan kosong sampai dengan akhir 2021, makanya kita harus menyiapkan bakal calon," kata Dedi.

Dia berharap, calon kepala sekolah yang terpilih nanti memiliki jiwa profesional dan mampu membuat inovasi termasuk pemecahan berbagai permasalahan di sekolah. Hal itu, lanjut Dedi, agar berbagai program yang dicetuskan Disdik Jabar salah satunya sekolah juara mampu dijalankan dengan baik oleh para kepala sekolah yang terpilih nanti.

"Dan secara perilaku dia diakui oleh guru guru sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah yang mereka pimpin," pungkas Dedi. (riantonurdiansyah)