Pendidikan Karakter Penting Untuk Menguatkan Pribadi Pancasila

Pendidikan Karakter Penting Untuk Menguatkan Pribadi Pancasila
istimewa



Memasuki era digital industri 4.0 banyak kemudahan dan peluang terbuka terutama bagi kaum muda. Informasi menjadi lebih cepat diterima dan luas disebar, baik dalam bentuk tertulis maupun suara, foto dan video.

Namun tantangan pun menjadi semakin beragam. Bermacam nilai sosial budaya datang tanpa hambatan. Berita hoax berseliweran. Beragam perbedaan fisik, budaya, pemikiran juga semakin mudah terlihat.

“Perbedaan ini bisa menjadi pelengkap dan penguat persatuan atau bisa disalahartikan dan memicu perpecahan. Semua ini tentu tergantung pada kematangan dan pengendalian diri kita sendiri,” kata Ledia Hanifa Amaliah, anggota MPR RI saat melaksanakan Sosialisasi 4 Pilar MPRI RI di Pia Hotel Bandung, jalan Soekarno Hatta, pada 16 Nopember lalu


Di depan para peserta yang  merupakan generasi milenial dari beragam komunitas dan organisasi di Kota Bandung Ledia kemudian menjelaskan betapa pemahaman mengenai Pancasila, UUD Negara Republika 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi hal penting untuk dipelajari para generasi muda.


“Anak muda kadang suka tanya apa sih pentingnya mempelajari 4 pilar kebangsaan ini? Maka di sinilah kita perlu menyadari bahwa pemahaman akan 4 pilar kebangsaan inilah yang akan membentuk kita menjadi anak muda yang berkepribadian lengkap, memiliki wawasan global dengan tetap menjaga nilai-nilai kearifan lokal berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republika 1945, teguh dalam mengusung NKRI dan hidup rukun dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.”


Ledia kemudian juga mengingatkan pentingnya pendidikan karakter dikuatkan dalam keseharian, baik lewat pendidikan formal maupun informal untuk mendukung munculnya karakter kepribadian Pancasila pada generasi muda Indonesia.


“Pendidikan karakter ini adalah modal kita untuk mengembangkan diri menjadi generasi Indonesia masa depan yang unggul. Karena di dalam pendidikan karakter ini kita mengasah nilai-nilai positip dari keluarga, sekolah, lingkungan, bakat, kemampuan agar tumbuh mengakar kuat dalam diri kita. Tidak bisa hanya teori tetapi harus didapat pula lewat praktek dan pengalaman. Tiba bisa hanya diperoleh dari buku namun juga dari keteladanan.”


Selain menjelaskan pentingnya implementasi nilia-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari, anggota legislatif asal dapil Kota Bandung dan Kota Cimahi ini juga menjelaskan tentang fungsi kedewanan, dinamika politik Indonesia dan mengajak para peserta untuk tidak segan terlibat aktif dalam partisipasi politik baik lewat kepesertaan dalam pemilu maupun memberikan masukan pada setiap kebijakan dan regulasi yang muncul lewat para wakil rakyat.