Wali Kota Probolinggo Berguru Konsep Metrologi ke Purwakarta

Wali Kota Probolinggo Berguru Konsep Metrologi ke Purwakarta
Foto: Asep Mulyana



INILAH, Purwakarta - Nama Ceu Ati saat ini lagi ngehits di Kabupaten Purwakarta. Terutama, di kalangan pedagang. Bahkan, namanya menjadi ikonik untuk sebutan Purwakarta di Kementerian Perdagangan.

Tapi jangan salah, Ceu Ati ini bukan nama gadis cantik atau kembang desa yang menunggu pangeran berkuda datang. Melainkan, singkatan dari cek ukuran akurasi timbangan (Ceu Ati). Saat ini, program tersebut jadi ikon terbaru di wilayah terkecil kedua di Jabar ini.

Program ini diinisiasi langsung tim yang berada di lingkungan UPTD Metrologi Legal pada Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan Perindustrian setempat. Nama Ceu Ati, kebetulan hampir mirip dengan nama kepala dinasnya, yakni Karliati Djuanda atau akrab disapa Ati.


Ceu Ati sendiri merupakan relawan yang terdiri dari emak-emak dan sengaja dibentuk untuk ditugaskan memberikan pemahaman kepada masyarakat yang akan berbelanja, termasuk kepada para pedagang di pasar. Tak hanya itu, merek pun terus mengkampanyekan pentingnya timbangan yang pas.

Beberapa waktu lalu, Kementerian Perdagangan mengapresiasi program tersebut. Bahkan, program dan inovasi yang sudah berjalan di Purwakarta bisa dijadikan parameter sebuah daerah agar menjadi percontohan bagi daerah-daerah lain di Indonesia. Contohnya, berbicara daerah tertib ukur.

Nama Ceu Ati terbukti sudah sangat terkenal di nusantara. Buktinya, Wali Kota Probolinggo Hadi Zaenal Arifin rela datang jauh-jauh ke Purwakarta hanya untuk mengetahui lebih jauh soal Ceu Ati. Hadi dan jajarannya ingin mengenal lebih dalam tentang program tersebut, untuk diterapkan di daerahnya.

“Kami sangat mengapresiasi program ini. Kami juga sengaja melakukan kunjungan, untuk belajar tentang program kemetrologian ke Purwakarta. Di sini ada Ceu Ati, ini sangat luar biasa,” ujar Hadi selepas kunjungan kerja ke Purwakarta, Kamis (19/11/2020).

Hadi mengaku, konsep mentrologi yang sudah berjalan di Purwakarta sudah sangat bagus. Makanya, pihaknya akan meniru program metrologi yang digulirkan dan telah berjalan baik di Kabupaten Purwakarta ini. Terlebih, kedepan banyak agenda yang disiapkan di daerahnya. Semisal pembangunan pelabuhan.

“Sangat tepat kami berkunjung ke sini. Makanya, konsep metrologi di sini akan kita terapkan di sana. Ini bagian dari persiapan kita menghadapi agenda-agenda yang telah terencana itu. Misalnya, agenda pengembangan industri dengan membuat pelabuhan terbesar di Jatim,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika bersyukur karena inovasi jajarannya mendapat respon positif dari, baik dari pusat maupun pemerintah daerah lainnya. Menurutnya, keberhasilan ini berkat kerja keras semua pihak termasuk para relawan Ceu Ati yang massif menyosialisasikan pemahanan metrologi kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, inovasi kami mendapat respon baik dari berbagai kalangan,” ujar Anne.

Dia menjelaskan, sebenarnya tujuan dibentuk pasukan Ceu Ati tak lain untuk meminimalisasi kecurangan timbangan yang dilakukan oleh orang yang tak bertanggung jawab. Sehingga, masyarakat yang berbelanja bisa merasa aman serta terlindungi.

Untuk perannya sendiri, kata dia, pasukan Ceu Eti ini bertugas menyosialisasikan serta memberikan pemahaman kepada masyarakat yang akan berbelanja, termasuk kepada para pedagang di pasar. Termasuk, mengampanyekan pentingnya timbangan yang pas.

“Relawan ini, disebar ke seluruh pasar di Purwakarta,” pungkasnya. (Asep Mulyana)