Bertambah 33 Kasus, Angka Positif Covid-19 di Garut Capai 1.336 Kasus

Bertambah 33 Kasus, Angka Positif Covid-19 di Garut Capai 1.336 Kasus
Foto: Zainulmukhtar



INILAH, Garut - Kasus penularan virus SARS-Cov2 atau Covid-19 di Kabupaten Garut masih terus meningkat. Kini, angkanya menembus 1.336 kasus. Ada penambahan jumlah volume harian kasus baru positif Covid-19 sebanyak 33 kasus, Rabu (18/11/2020). 

Menurut Koordinator Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Garut Muksin, dari sebanyak 33 kasus baru positif Covid-19 itu sebanyak 32 kasus di antaranya ditemukan berdasarkan hasil pemeriksaan RT PCR laboratorium RSU dr Slamet Garut terhadap sebanyak 254 sampel swab, dan satu kasus dikonfirmasi dari hasil pemeriksaan RT PCR di fasilitas pelayanan kesehatan lain. 

Berdasarkan data Sub Divisi Pencegahan GTPP Covid-19 Garut, penambahan kasus baru positif tersebut berasal dari delapan kecamatan dengan didominasi Kecamatan Cilawu yang terkonfirmasi ada sebanyak 13 kasus baru positif Covid-19. Disusul Kecamatan Garut Kota, Tarogong Kidul, dan Kecamatan Kadungora yang masing-masingnya ditemukan lima kasus baru positif Covid-19. 
Kemudian Kecamatan Sucinaraja (2 kasus), Karangpawitan (1 kasus), Kersamanah (1 kasus), dan Kecamatan Banyuresmi (1 kasus). 


Penambahan sebanyak 33 kasus baru positif Covid-19 itu terdiri atas sebanyak 19 laki-laki, dan sebanyak 14 perempuan. Kebanyakan mereka dari kalangan usia produktif, ditambah lima orang lansia berumur di atas 60 tahun, dan satu orang anak di bawah umur sepuluh tahun. 

Dilaporkan terdapat juga penambahan pasien dinyatakan sembuh dari Covid-19 sebanyak tiga orang. Yakni laki-laki (KC-738) usia 65 tahun dari Kecamatan Tarogong Kidul, laki-laki (KC-795) usia 18 tahun dari Kecamatan Karangpawitan, dan perempuan (KC-846) usia 28 tahun dari Kecamatan Cigedug. Sehingga kini total jumlah mereka yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 di Kabupaten Garut menjadi sebanyak 790 orang.

Ada sebanyak 520 pasien positif Covid-19 masih diisolasi dalam perawatan di rumah sakit, dan satu pasien positif lainnya menjalani isolasi mandiri. (Zainulmukhtar)