Hadapi Pandemi Covid-19, Disbudpar Terapkan CHSE ke Pelaku Usaha Wisata

Hadapi Pandemi Covid-19, Disbudpar Terapkan CHSE ke Pelaku Usaha Wisata
Foto: Reza Zurifwan



INILAH, Cisarua - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor menyosialisasikan aspek clean, healthy, safety and environment (CHSE) kepada para pelaku usaha wisata baik itu perhotelan, restoran, desa wisata, wisata alam, wisata olahraga, pelaku usaha kecil menengah (UKM) dan lainnya.

CHSE sendiri merupakan rujukan dari World Health Organization (WHO) dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam menghadapi pandemi wabah virus corona (Covid 19), dengan menerapkan CHSE harapan Disbudpar ada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Bumi Tegar Beriman.

"CHSE ini rujukan WHO yang harus kalau kita terapkan terutama di perhotelan, restoran, desa wisata, wisata alam, wisata olahraga, pelaku UKM dan lainnya. Harapan kita dengan bersih, sehat dan amannya dunia pariwisata maka ada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Bogor," ucap Kepala Disbudpar Kabupaten Bogor Muliadi kepada wartawan, Selasa (17/11/2020). 


Dia menerangkan, para pelaku usaha perhotelan, restoran, desa wisata, wisata alam, wisata olahraga, pelaku UKM dan lainnya ini nantinya akan diberikan sertifikat CHSE.

"Para pelaku usaha perhotelan, restoran, desa wisata, wisata alam, wisata olahraga, pelaku UKM dan lainnya ini setelah mendapatkan materi pelatihan, maka akan mendapatkan sertifikat CHSE. Dengan sertifikat dan standar opersional yang berlaku maka kepercayaan publik pun tercipta dengan sendirinya bahwa objek-objek wisata di Bumi Tegar Beriman ini aman dari penyebaran wabah Covid-19," terangnya.

Muliadi menuturkan, untuk objek wisata alam seperti curug atau air terjun serta desa wisata  akan diperbolehkan menerima kunjungan wisatawan apabila sudah menerapkan CHSE.

"Saat ini yang baru boleh beroperasi atau menerima kunjunga wisatawan adalah pelaku usaha perhotelan, restoran atau pelaku usaha wisata yang sudah menerapkan CHSE, bagi desa wisata dan objek wisata curug itu belum boleh buka karena memang belum menerapkan CHSE," tutur Muliadi.

Sementara itu, General Manajer Jeep Station Indonesia (JSI) Resort Bram mengungkapkan sertifikat CHSE penting karena menimbulkan rasa percaya wisatawan kepada pengelola usaha wisata.

"Kebetulan JSI Resort sudah mendapatkan sertifikat CHSE dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, lalu kami juga mensosialisasikannya ke wisatawan untuk saling menjaga hingga kami yakin resort kami bersih dan aman dari penyebaran wabah Covid-19," ungkap Andi Bramasto

Salah satu penggagas kegiatan pengembagan kompetensi sumber daya manusia, pengembangan usaha ekonomi kreatif dan bimbingan tehnik CHSE yaitu Benny Akbar  melanjutkan saat ini, jika dibanding di masa awal pandemi Covid-19 di Bulan Maret lalu ada peningkatan okuvansi hunian hinggake angka maksimal yaitu 60 persen dari total kapasitas hunian.

"Dulu kan wisatawan khawatir kalau berwisata  ada potensi penyebaran wabah Covid-19, dengan adanya sertifikat dan diterapkannya CHSE secara keseluruhan di objek wisata maka wisatawan pun percaya wisata di Kabupaten Bogor aman dari penyebaran wabah Covid-19 hingga meningkatkan kunjungan wisatawan," lanjut Benny. (Reza Zurifwan)