KPK Tetapkan ARM sebagai Tersangka

KPK Tetapkan ARM sebagai Tersangka
Ilustrasi (Antara)



INILAH, Bandung - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan anggota DPRD Jabar ARM sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap kepengurusan dana bantuan Provinsi Jabar kepada Kabupaten Indramayu tahun anggaran 2017-2019.

Deputi Penindakan KPK Karyoto mengatakan, ARM ditetapkan sebagai tersangka dari hasil pengembangan operasi tangkap tangan (OTT) kegiatan Banprov Jabar untuk Kabupaten Indramayu tahun anggaran 2017-2019.

"Perkara ini adalah satu dari banyak kasus yang diawali dari kegiatan tangkap tangan KPK pada 15 Oktober 2019 di Kabupaten Indramayu," katanya dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (16/11/2020).


Dalam kegiatan OTT tersebut, lanjutnya, KPK menetapkan sebanyak empat orang tersangka dan sudah divonis. Mereka yakni, Bupati Indramayu Supendi, Kadis PUPT Indramayu Omarsyah, dan Kabid Jalan PUPR Wempi Triyoso, serta dari pihak swasta Carsa ES.

"Dari hasil OTT juga, KPK menyita barang bukti berupa uang Rp685 juta," ujarnya.

Dalam proses penyidikan dan berdasarkan fakta-fakta di persidangan, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup dugaan adanya keterlibatan pihak lain. Kemudian, KPK melakukan penyelidikan dan  meningkatkan status perkara ke penyidikan sejak Agustus 2020 dengan menetapkan satu orang tersangka yakni ARM yang merupakan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat periode 2014-2019.

Tersangka disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (ahmad sayuti)