Puluhan Karyawan PLTU Cirebon Positif Covid-19

Puluhan Karyawan PLTU Cirebon Positif Covid-19
Foto: Maman Suharman



INILAH, Cirebon - Puluhan karyawan PLTU Cirebon dinyatakan positif Covid-19. Hal tersebut terungkap dari suspect salah seorang karyawan PLTU Cirebon yang dilakukan test swab pada 1 November. Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni, Minggu (15/11/2020).

Menurutnya, kejadian bermula ketika 31 Oktober 2020 itu salah satu karyawan yang sedang tidak bertugas melaporkan kepada atasannya bahwa dia mengalami gangguan indra penciuman. Mendapat laporan tersebut atasannya memerintahkan supaya karyawan tersebut tetap tinggal di rumah. Lalu, atas tersebut  melaporkan kepada bagian SDM.

"Nah atas laporan tersebut, bagian SDM merekomendasikan agar karyawan itu  melakukan tes usap di RS Pelabuhan, termasuk rekan satu timnya. Lalu, pada tanggal 1 November hasil tes usap mengkonfirmasi bahwa karyawan itu memang terkonfirmasi positip Covid-19," ungkap Eni.


Eni menyebutkan, atas temuan tersebut kemudian perusahaan melakukan tracing terhadap pihak-pihak yang melakukan kontak erat dengan karyawan yang suspect itu. Setelah puluhan karyawan PLTU melakukan tes usap di RS pelabuhan, akhirnya di didapati beberapa karyawan terkonfirmasi positif Covid-19.

"Tes usap massal dilakukan pada Jumat 6 November 2020. Ini untuk karyawan di area PLTU Cirebon Unit #1. Lalu pada  10-12 Nov 2020, test usap dilakukan di dalam PLTU," jelasnya.

Dari hasil usap tersebut, lanjut Eni, didapati ada 28 orang terkonfimasi positif Covid 19. Saat ini, dua orang dinyatakan sembuh, setelah di lakukan tes usap ke 2. 

Artinya, per 14 November 2020 itu terdapat kasus aktif sebanyak 26 orang. Saat ini, langkah selanjutnya perusahaan  akan melakukan isolasi mandiri di tempat khusus untuk para pekerja yang terkonfirmasi positif. 

"Perusahaan sampai saat ini masih menunggu rekomendasi dari Dinkes Cirebon. Perusahaan juga telah melakukan kebijakan bekerja dari rumah untuk seluruh karyawan harian dan membatasi pekerja operasional pembangkit," tukas Eni. (Maman Suharman)