Sikap Kami: Menjual Rebana

Sikap Kami: Menjual Rebana



BETAPAPUN kondisi BIJB Kertajati saat ini sedang tidak baik, tapi kawasan Rebana, sepertinya akan tetap jadi primadona. Masa depannya sebagai kawasan industri tetap menggiurkan, apalagi jika infrastruktur pendukung cepat-cepat diselesaikan.

Rebana, atau kawasan Cirebon, Subang, Majalengka, termasuk juga Indramayu, adalah kawasan industri masa depan. Bagi pemilik modal, masa depan adalah pemicu keputusan untuk berinvestasi. Tentu saja masa depan yang terukur.

Ukuran potensi kawasan Rebana itu sudah jelas. Tak lama lagi, sebagian Pelabuhan Patimban sudah mulai bisa berfungsi. Ini jelas keuntungan yang menarik buat investor. Nantinya, proses pengiriman barang-barang ekspor tak perlu lagi antre di Pelabuhan Tanjung Priok. Lebih cepat, lebih simpel.


Pelabuhan adalah salah satu gerbang paling menentukan bagi investor. Karena itu, Patimban akan jadi magnet yang menggiurkan. Sama seperti Tanjung Perak bagi Jawa Timur atau Tanjung Emas untuk Jawa Tengah.

Idealnya, dukungan tersebut juga diberikan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Hanya saja, bandara ini belum siap dalam hal infrastruktur pendukung. Jalan Tol Cisumdawu yang sudah lama berproses, progresnya terasa begitu lamban.

Padahal, persoalan utama BIJB Kertajati sebenarnya adalah jalur tol tersebut. Tanpa Tol Cisumdawu, orang lebih cepat, lebih simpel terbang dari Bandara Soekarno-Hatta, dengan pilihan penerbangan yang berjibun.

Tapi, Tol Cisumdawu, pada saatnya tentu akan tuntas juga. Kita berharap lebih cepat lebih baik. Dengan begitulah, BIJB yang dikritik orang seperti “rumah hantu” akan bisa lebih berperan.

Tentu saja, persoalan investasi tak hanya itu. Perizinan yang simpel (bukan perpendekan jalur),  kXondusivitas berusaha, dan termasuk juga pasar lokal, akan ikut menentukan. Sejatinya Jawa Barat sangat mendukung. Pasar domestiknya bagus, perizinannya selain satu pintu, juga sudah bersistem daring.

Maka, tidak heran sebenarnya jika Jawa Barat sampai saat ini masih jadi daerah tujuan investasi terbesar di Indonesia. Sampai kuartal III 2020, realisasi investasi (asing maupun lokal) sudah mencapai Rp86,3 triliun. Tertinggi di Tanah Air.

Kita meyakini angka itu akan kian menjulang dengan diselenggarakannya West Java Investment Summit (WJIS) pada 16-18 November ini. Bahkan, belum juga forum berlangsung, sudah 600-an perusahaan yang tertarik menanamkan investasinya di 27 proyek di Jawa Barat.

Dan, kawasan Rebana, menjadi salah satu yang menarik komitmen investor itu. Salah satunya, bahkan sudah mulai bergulir dengan groundbreaking Surya Cipta yang disebut Subang Smartpolitan.

Jadi, patut kita percaya, Jawa Barat akan tetap jadi salah satu ladang investasi di masa depan. Apalagi, jika Tol Cisumdawu bisa memicu perkembangan BOJB Kertajati, melengkapi Pelabuhan Patimban, nantinya. (*)