Proyek Betonisasi Jalan Cibatok dan Cemplang Jangan Menutup Akses Warga

Proyek Betonisasi Jalan Cibatok dan Cemplang Jangan Menutup Akses Warga
Foto: Reza Zurifwan



INILAH, Cibungbulang - Betonisasi Jalan Cemplang dan Jalan Cibatok secara bersamaan dikeluhkan aktivis Bogor Barat. Hal ini karena proyek betonisasi ini akan menimbulkan kemacetan panjang hingga 10 km.

"Kamis besok, Jalan Cemplang dan Jalan Cibatok di Kecamatan Cibungbulang bakal ditutup total untuk dilakukan betonisasi. Padahal tidak ada jalan alternatif yang memungkinkan untuk dua mobil. Akibat penutupan ini warga pun susah bergerak dan Jalan Raya Leuwiliang bakal macet dengan perkiraan panjang 10 km karena hanya itu akses jalan satu-satunya," kata aktivis Bogor Barat bernama Ade Sulaeman kepada wartawan, Rabu (11/11/2020).

Akibat dampak negatif ini, dia menduga ada kongkalikong antara UPT Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR), Dinas Perhubungan (Dishub) dan pemerintahan desa setempat.


"Ini diduga ada kesepakatan antara UPT Jalan dan Jembatan DPU-PR, Dishub, pemerintah desa dan penyedia jasa agar proyek ini tepat waktu tetapi tanpa memikirkan kepentingan masyarakat luas dalam mencari nafkah. Harusnya, kalau mau ditutup jalannya untuk dilakukan betonisasi ini dilakukan secara bergantian," sambungnya.

Ade meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Bogor agar ada jeda tutup jalan hingga proyek pembangunan jalan tidak mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.

"Dinas PUPR harusnya bijak dalam melakukan pembangunan. Jangan gara-gara telat melelang pekerjaan dan mengejar tenggat target pekerjaan malah kepentingan  masyarakat yang dikorbankan," pinta Ade.

Senada dengan itu, anggota DPRD Kabupaten Bogor Ruhiyat Sujana sepakat apabila penutupan jalan milik Kabupaten Bogor yang dimohonkan penyedia jasa tersebut dilakukan secara bergantian.

"Kami selaku masyarakat yang menggunakan jalan tersebut tentunya senang apabila ada proyek peningkatan atau pembangunan jalan, tetapi jangan sampai pelaksanaannya membuat kami sangat terbatas akses transportasinya. Setidaknya penutupan jalan selisih 7 hari hingga warga tidak sangat terbatas atau terganggu," singkat Ruhiyat. (Reza Zurifwan)