DPRD Kota Bogor Dorong Direksi Tirta Pakuan Berasal bari Internal

DPRD Kota Bogor Dorong Direksi Tirta Pakuan Berasal bari Internal
Foto: Rizki Mauludi



INILAH, Bogor - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor mendukung calon direksi dari internal Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pakuan Kota Bogor setelah tim seleksi jabatan direksi dan dewas Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor mengumumkan para calon yang lolos seleksi administrasi pada Senin (9/11/2020). 

Diketahui, ada 10 orang calon direksi dan tiga orang calon dewas Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor. Khusus direksi saja dari 10 nama yang lolos administrasi, ada delapan orang yang berasal dari internal Perumda Tirta Pakuan. Sebut saja, Ardani Yusuf, Dicky Budhy Purnama, Makmur Gunawan, Nazrul Zahar, Rinda Lilianti, Rino Indira, Rivelino Rizky dan Sonny Hendarwan. Sedangkan, dua nama eksternal adalah Aep Saefuloh dan R. Joko Sarjanoko.

Anggota Komisi II DPRD Kota Bogor Rizal Utami mengatakan, berdasarkan aturan Perda nomor 12 tahun 2019 tentang penyelenggaraan badan usaha milik daerah, panitia seleksi mengacu kepada pasal 55. Terkait banyaknya pendaftar dari kalangan internal, hal tersebut sangat bagus sehingga meyakinkan owner (Wali Kota Bogor-red) bahwa perusahaan tersebut lebih baik dipimpin oleh kalangan internal yang sudah menguasai dan mumpuni di bidangnya. 


"Namun demikian, tetap harus profesional dan tidak menutup calon dari luar perusahaan. Memang lebih bagus perusahaan itu dipegang oleh kalangan internal," ungkapnya Rizal, Senin (9/11/2020).

Dia menambahkan, Perumda Tirta Pakuan ini sudah besar dan baik. Banyak prestasi yang sudah didapatkan, bahkan PAD Kota Bogor meningkat oleh direksi saat ini. Tahun 2019 lalu PDAM mendatangkan PAD sekitar Rp19 miliar untuk Kota Bogor. Selain itu, WTP selama tiga tahun berturut-turut, pelayanan terbaik dan tingkat kebocoran pun berkurang. 

"Jadi dalam proses ini, pansel jangan mengesampingkan para calon direksi dari internal, karena semua itu ada jerih payah mereka yang saat ini mendaftar juga. Wajar kalau diprioritaskan juga," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Bogor Dodi Setiawan mengatakan, jika Wali Kota Bogor harus mengakomodir pendaftar dari internal, karena harus dilihat karir dari internal agar Tirta Pakuan tetap terjaga sebagai perusahaan baik serta berprestasi.

"Para calon internal harus diutamakan, karena jenjang karir bagi mereka. Jadi lebih baik direksi PDAM itu dipimpin oleh kalangan internal. Wali kota harus mengutamakan internal untuk mempertahankan dan memajukan perusahaan tersebut," tutur Dodi.

Senada, dengan Dodi, Ketua Fraksi Amanat Nurani Safrudin Bima menuturkan mekanisme harus ditempuh dan pansel bekerja sesuai aturan. Dalam proses akan mengerucut dari seleksi administrasi hingga tes UKK nanti. Banyaknya calon internal yang daftar, maka artinya berikan pekerjaan kepada ahlinya, kalau tidak tunggu kehancuran saja.

"Dengan banyaknya internal yang daftar itu bagus. PDAM jangan sampai tadinya perusahaan terbaik menjadi rusak karena proses pemilihan direksi. Serahkan kepada ahlinya dan kalangan internal lebih tepat," pungkasnya. (Rizki Mauludi)