Proyek Pembangunan Jembatan Muara Ambruk, Kontraktor Terancam Denda Rp3,3 Juta per Hari

Proyek Pembangunan Jembatan Muara Ambruk, Kontraktor Terancam Denda Rp3,3 Juta per Hari
Foto: Reza Zurifwan



INILAH, Megamendung - PT Wiraloka Sejati terancam didenda Dinas Pekerjaan Umum dab Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor sebesar Rp3 juta per hari apabila proyek pembangunan Jembatan Muara tidak selesai tepat waktu.

Hal itu karena pondasi proyek pembangunan yang menghubungkan Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung dengan Desa Kopo, Kecamatan Cisarua itu ambruk pada Rabu (4/11/2020). 

"Sesuai aturan apabila proyek pembangunan Jembatan Muara inu diluncurkan hingga tahun 2021 mendatang, maka per harinya PT Wiraloka Sejati akan didenda Rp3,3 juta," singkat Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Bogor Adriawan kepada wartawan, Minggu (8/11/2020).


Dia menerangkan, agar proyek senilai Rp3,3 miliar itu bisa maksimal sesuai tenggat waktu tersisa maka bersama jajaran dan konsultan pengawas akan terus melaksanakan monitoring.

"Dinas PUPR, UPT Jalan dan Jembatan Wilayah Ciomas dan konsultan pengawas akan terus melakukan monitoring dan evaluasi pekerjaan PT. Wiraloka Sejati, target saya setidaknya pada akhir Bulan Desember nanti progres pembangunan Jembatan Muara setidaknya bisa mencapai 80 persen," terangnya.

Sementara itu, pelaksana PT Wiraloka Sejati Zen mengungkapkan dengan waktu tersisa akan terus mengejar progres proyek pembangunan Jembatan Muara semaksimal mungkin.

"Risiko ancaman denda karena lambat dalam target pekerjaan kan memang ada hingga kita pasti terima, tetapi dengan wajtu tersisa kita akan usaha secara maksimal pekerjaan pembangunan Jembatan Muara semaksimal mungkin," ungkap Zen.

Mengantisipasi kejadian naas yang serupa dan  resiko akan derasnya arus air Sungai Ciliwung yang berada dibawah Jembatan Muara, ia menjelaskan pihaknya sudah menaruh bronjong di Sungai Ciliwung.

"Agar air Sungai Ciliwung tidak ke titik proyek pembangunan sayap pondasi Jembatan Muara, kita pun membendungnya dengan bronjong hingga air tidak ke titik pekerjaan. Semoga kejadiam ambruknya proyek pembangunan Jembatan Muara tidak terjadi lagi," jelasnya. (Reza Zurifwan)