Pandemi Covid-19, DLH Tegaskan Faskes Tidak Sembarangan Buang Limbah B3

Pandemi Covid-19, DLH Tegaskan Faskes Tidak Sembarangan Buang Limbah B3
Foto: Reza Zurifwan



INILAH, Bogor - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor meminta rumah sakit membuang limbah Berwarna, Berbahaya dan Beracunnya (B3) sesuai peraturan yang berlaku, permintaan ini dipertegas karena saat ini baik di Bumi Tegar Beriman ataupun di seluruh penjuru dunia masih dalam pandemi Covid-19.

"Di kala normal apalagi saat ini di masa pandemi Covid 19, kami gencar melakukan sosialisasi larangan rumah sakit, klinik maupun Puskesmas untuk membuang limbah B3nya secara sembarangan. Bagi yang tidak punya insenerator berikut izin Kementerian Lingkunga  Hidup dan Kehutanan (KLHK) maka kami minta mengolahnya secara baik dan dalam membuang limbah B3nya bekerjasama dengan pihak ketiga yang punya izin," kata Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kemitraan DLH Kabupaten Bogor Erlina Permana kepada wartawan, Senin (2/11/2020).

Walaupun ada keterbatasan waktu dan personel, dia mengaku jajarannya tetap melakukan pengawasan kepada ratusan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas), klinik dan puluhan rumah sakit baik milik daerah maupun swasta.


"Jumlah Puskesmas dan klinik aja  masing-masing lebih dari 100 buah, jumlah rumah sakit ada 29 buah yang tersebar di 40 kecamatan dan 435 desa atau kelurahan hingga dalam melakukan pengawasan kami melakukannya secara acak hingga mungkin belum maksimal," sambungnya.

Pada kesempatan sosialisasi pengelolaan limbah B3 ini, Erlina menuturkan adanya UU Nomor 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH).

"Apabila asa Puskesmas,Klinik dan rumah sakit yang membuang limbah B3nya secara sembarangan, maka akan kami kenakan UU nomor 32 Tahun 2009 tentang PPLH  dan akan terkena ancaman minimal penjara satu tahun dan maksimal tiga tahun dengan denda paling banyak Rp 3 miliar," tutur Erlina.

Dia menjelaskan, pihak Puskesmas, klinik, dan rumah sakit juga diwajibkan memberikan laporan pengolahan dan pengelolaan limbah B3nya ke KLHK melalui manifes elektronik dan aplikasi Siraja.

"KLHK juga memonitoring pengolahan dan pengelolaan limbah B3 Puskesmas, klinik dan rumah sakit karena mereka bisa melihat laporan berkala yang dilaporkan pihak fasilitas kesehatan (Faskes) kepada mereka melalui aplikasi Siraja," jelasnya. (Reza Zurifwan)