Puluhan Rumah di Griya Cimanggu Masih Terendam, Ini Langkah Pemkot Bogor

Puluhan Rumah di Griya Cimanggu Masih Terendam, Ini Langkah Pemkot Bogor
Foto: Rizki Mauludi



INILAH, Bogor - Hingga Senin (26/10/2020), puluhan rumah di perumahan Griya Cimanggu Indah, Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor masih terendam air. Petugas gabungan dari organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Bogor masih bahu membahu mengevakuasi dan mengatasi banjir di perumahan Griya Cimanggu itu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor bersama Tagana Kota Bogor dibantu para relawan serta warga melakukan evakuasi tiga kendaraan milik warga yang terendam banjir. Mobil yang semula terjebak di tengah lokasi banjir tersebut dievakuasi dengan cara didorong. 

Pemkot Bogor juga menerjunkan puluhan perugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor untuk mengatasi banjir. Selain itu petugas kesehatan dari Puskesmas Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal sedang melakukan pengecekan kesehatan ke rumah rumah warga bersama tim dari relawan.


Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Priyatna Syamsah mengatakan, evakuasi menggunakan alat berat dilakukan pada malam hari.

"Iya tadi malam kami dibantu alat berat dari Dinas PUPR menggunakan excavator saat ini kita masih upaya melakukan evakuasi," ungkap Priyatna kepada wartawan.

Dia mengatakan, kedalaman posisi lokasi yang digali untuk membuat saluran air yakni sekitar delapan meter sehingga air yang menggenang bisa kembali mengalir. 

"Kalau melihat posisinya yang sebelah jalan itu delapan meter jadi penggalian untuk normalisasi juga sekitar delapan meter," tambahnya.

Priyatna menekankan, pihaknya dengan petugas gabungan masih terus melakukan upaya normalisasi saluran air agar air tidak merendam rumah warga.

"Iya karena semalam juga kemarin masih hujan, dan saluran air masih tersumbat, tapi saat ini kami masih terus melakukan evakuasi bersama tim dari PUPR," terangnya.

Kabid Persampahan DLH Kota Bogor Dimas Tiko mengatakan, ada sekitar 50 personel yang diturunkan. Hari ini sekitar 50 personel kemarin juga 50 personel. Selain petugas, pihaknya juga menurunkan tiga armada truk pengangkut sampah.

"Jika nanti dirasa masih diperlukan kami akan menambah armada dan personel. Kami juga menyiapkan armadan tambahan dan petugas untuk mengangkut sampah ketika banjir surut, karena jika dilihat ini kan dari aliran sungai jadi bisa dibayangkan pasti banyak sampahnya," terangnya.

Sementara itu, salah satu warga Lia mengatakan beberapa warga yang memiliki rumah tingkat bertahan di lantai dua rumahnya. Namun, beberapa warga lainnya memilih mengungsi ke rumah kerabatnya ataupun ke penginapan di sekitar Jalan Sholeh Iskandar.

"Banjir semakin meluas sejak dini hari tadi. Awalnya banjir yang menggenang tidak sampai ke rumah saya, tapi sejak dini hari tadi air terus meluap hingga rumahnya yang berada tak jauh dari portal pintu masuk pun ikut terendam. Kemarin itu air hanya sampai jalan itu tiga rumah sebelah saya pas simpangnya tadi pagi semakin meluas sekarang rumah saya juga terendam," ungkap Lia saat ditemui di lokasi.

Lia menambahkan, kini wilayah yang baru terendam blok E dan F. Sebelumnya, blok A, B dan C sudah terendam terlebih dahulu. (Rizki Mauludi)