Bawaslu Proses 107 Pelanggaran Pemilu di Jabar

Bawaslu Proses 107 Pelanggaran Pemilu di Jabar



INILAH, Bandung- Bawaslu Jabar tangani 107 perkara dugaan pelanggaran pemilu di delapan kabupaten/kota di Jabar. Kabupaten Bandung duduki peringkat tertinggi dengan 21 laporan perkara yang ditangani.

Komisioner Bawaslu Jabar Sutanto mengatakan, hingga 21 Oktober 2020, pihaknya sudah menerima 107 laporan dugaan pelanggaran pemilu serentak di Jabar. Untuk tiga besar pelanggaran paling tinggi diduduki Kabupaten Bandung, disusul Karawang, kemudian Indramayu.

"Kabupaten Bandung itu ada 21 proses penanganan pelanggaran, kemudian Karawang ada 18 dan Indramayu 14. Itu tiga besar yang saya sebutkan," katanya saat kegiatan Sekolah Kader Pengawas Partisipatif di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (25/10/2020).


Dari sekitar ratusan penanganan pelanggaran kampanye itu, pelanggaran protokol kesehatan mencapai 54 kasus dugaan. Pihaknya pun telah berupaya agar melakukan kegiatan yang tidak menyebabkan terjadinya pelanggaran pemilu.

Berdasarkan klasifikasi modus, Ketua Bawaslu Jabar, Abdullah Dahlan menyebutkan, pelanggaran yang terjadi di antaranya 40 administratif akibat kesalahan teknis penyelenggara serta peserta, lalu 12 sanksi kode etik. Bawaslu bahkan merekomendasikan memberikan sanksi kepada tiga orang komisioner Bawaslu Cianjur sebagai komitmen membangun integritas penyelenggara Pilkada.

"Lalu ada 32 penanganan pelanggaran penerusan hukum lainnya karena tidak masuk di rezim pilkadanya. Misalnya, kaitan isu netralitas ASN, isu keberpihakan kepala desa, lalu kaitan kasus pidana Pemilu. Jadi dari 107 ada 88 hasil kerja Bawaslu berdasarkan temuan, nah ini yang sudah ditangani di delapan kabupaten/kota,"  ujarnya. (Ahmad Sayuti)