Diduga Jadi Penyebab Banjir, Ini Tanggapan Kontraktor Rest Area Puncak

Diduga Jadi Penyebab Banjir, Ini Tanggapan Kontraktor Rest Area Puncak
Foto: Reza Zurifwan



INILAH, Bogor - Proyek pembangunan rest area Puncak dituding warga Kampung Pensiunan, Desa Tugu Selatan, Cisarua, Kabupaten Bogor menjadi penyebab bencana alam banjir yang menyebabkan 3 rumah mengalami kerusakan berat, 9 rumah lainnya ikut terdampak dan 3 orang anak-anak mengalami luka ringan.

"Ada tiga rumah di Kampung Pensiunan Desa Tugu Selatan yang mengalami kerusakan berat seperti ambruknya dinding dan rusaknya segala macam perabotan hingga tidak bisa digunakan lagi," ucap Kepala Desa Tugu Selatan Eko Windiana kepada wartawan, Minggu (25/10/2020).

Dia menerangkan, dugaan awal penyebab bencana alam banjir yang merusak 12 unit rumah ini karena proyek pembangunan pintu air rest area Puncak yang tidak mengindahkan saluran irigasi sebelumnya.


"Jadi, di atas Kampung Pensiunan itu ada dua aliran irigasi. Pembangunan aliran irigasi mereka tidak mengindahkan aliran irigasi warga sebelumnya hingga ketika hujan deras air aliran irigasi warga tidak bisa mengalir karena kalah deras ditambah ada akar dan batang pohon yang ikut  menerjang rumah milik warga yang umumnya sehari-hari bekerja sebagai pemetik teh di PT Perkebunan Nusantara VIII," terangnya.

Akibat bencana alam banjir setinggi 150 meter dan terjadi Sabtu malam pukul 18.30 WIB tersebut , kerugian material warga diperkirakan mencapai Rp100-200 juta.

"Dinding dua rumah ambruk, belum harta benda perabotan seperti lemari, kasur, televisi dan lainnya.   Dengan meluapnya air di Sungai Ciburial ini kerugian materil warga diperkirakan mencapai Rp100-200 juta," tutur Eko.

Ayah tiga orang anak ini menjelaskan pasca bencana, Pemdes Tugu Selatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemcam Cisarua dan relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) pun tanggap dalam mengevakuasi warga.

"Kami bergerak melakukan evakuasi, memberikan bantuan hingga menyiapkan kontrakan untuk relokasi, namun Minggu dini hari dua keluarga lebih mengungsi ke rumah orang tuanya di Kabupaten Cianjur. Akibat kejadian naas ini Pemdes Tugu Selatan akan bertemu dengan PT. Subota International Contractor selaku kontraktor proyek pembangunan rest area Puncak untuk mengambil langkah antisipasi," jelasnya.

Sementara itu, Gatot Suharyanto selaku pelaksana PT Subota International Contractor mengaku dalam rencana kerja jajarannya akan membangun kolam retensi untuk mengantisipasi terulangnya lagi seperti Sabtu malam kemarin.

"Hujan Sabtu malam kemarin di luar prakiraan kita. Nanti, di akhir tahun ini sesuai rencana kami akan membangun kolam retensi dan juga perbaikan tanggul untuk mencegah kejadian serupa, saat ini kami sedang review Detail Engunering Designnya (DED)," ungkap Gatot.

Dia melanjutkan, jajarannya saat ini masih fokus dalam pematangan lahan untuk dibangun 516 kios pedagang kaki lima (PKL), proyek pembangunan kios bernilai  Rp16,3 miliar ini dikerjakan PT Japayasaprima Kontsruksindo.

"Saat ini sih kami masih fokus dalam pematangan lahan untuk dibangun 516 kios, tetapi bisa saja pekerjaannya dipercepat tergantung hasil musyawarah di Kantor Pemdes Tugu Selatan," lanjutnya. (Reza Zurifwan)