Mantap...Lagi Pandemi Gini, Kades di Bandung Mau ke Bali

Mantap...Lagi Pandemi Gini, Kades di Bandung Mau ke Bali



INILAH,Bandung - Sejumlah kepala desa mempertanyakan rencana keberangkatan puluhan kepala desa ke Pulau Bali akhir Oktober ini. Sebab kunjungan itu dinilai tidak tepat waktunya di tengah pandemi Covid-19, terlebih tengah menghadapi Pilbup Bandung 9 Desember 2020.

Kepala Desa Arjasari Kecamatan Arjasari, Rosiman mengatakan, rencana keberangkatan 36 kades tersebut menjadi perbincangan hangat di kalangan para kades lainnya, terutama kades yang tidak diikutsertakan.

“Awalnya itu ada sejumlah kades yang di-rapid test, kami mempertanyakan untuk apa, katanya untuk persyaratan ke Bali. Tapi rencana ini jadi memanas bagi para kades lainnya, sebab rencana kunjungan dilakukan di tengah pandemi Covid,” kata Rosiman, Minggu (25/10/2020).

Lebih dari itu menurut Rosiman kunjungan yang dilakukan menjelang Pilkada Kabupaten Bandung pun mengundang pertanyaan bagi para kades lainnya. Kalau pun kades yang ikut serta hanya kades yang berprestasi dan mendapat status Desa Mandiri. Tapi anehnya ada beberapa kades yang tidak diajak meskipun desanya berprestasi.

“Ada juga kades yang berprestasi dan berstatus Desa Mandiri, tapi dia tidak diajak. Terus ini juga kan lagi musim pilkada. Jadi, semakin jadi bahan pergunjingan di kalangan para kades lainnya, ini ada apa," ujarnya.

Sementara Kades Cibeureum Kecamatan Kertasari, Efi Nur Taufik mengatakan, kunjungan ke Bali tersebut dalam rangka bimbingan teknis dan studi banding bagi desa yang berprestasi dan desa mandiri. Semuanya ada 36 kades yang ikut serta studi banding ke Bali. Untuk kades berprestasi diajak 10 orang dan 26 orang bagi desa yang mendapat predikat Desa Mandiri.

“Sebenarnya ini rencana sudah lama sejak 2019 karena waktu itu DPMD Kabupaten Bandung menjanjikan kades berprestasi akan mengadakan studi banding ke Bali. Tapi memasuki tahun 2020 keburu ada pendemi Covid, jadi tertunda sampai sekarang,” katanya. (rd dani r nugraha)