Ironi...Ratusan Santri Covid-19 di Sekitar Hari Santri

Ironi...Ratusan Santri Covid-19 di Sekitar Hari Santri



INILAH, Garut – Terpaparnya ratusan santri di Kabupaten Garut virus corona memunculkan ironi tersendiri. Pasalnya, peristiwa itu terjadi tak lama setelah peringatan Hari Santri yang diperingati 22 Oktober lalu.

Ledakan penularan Covid-19 pada klaster pesantren pertama kali terdeteksi pada 

19 September 2020 dengan volume harian temuan kasus positif Covid-19 sebanyak 22 kasus. Sehingga Bupati Garut Rudy Gunawan menyatakan Kabupaten Garut dalam keadaan darurat Covid-19. 


Peningkatan kasus klaster pesantren kali kedua terjadi pada 16 oktober 2020 dengan ditemukannya sebanyak 93 kasus positif baru Covid-19. Hal itu membuat Bupati Garut Rudy Gunawan kembali menegaskan Kabupaten Garut masih sedang Pandemi Covid-19. 

Sewaktu memimpin upacara peringatan HSN tahun 2020 tingkat Kabupaten Garut pada 22 Oktober 2020, Wabup Garut Helmi Budiman sempat meminta semua pihak, khususnya kalangan santri, agar peringatan HSN pada 2020 dijadikan sebagai momentum jihad melawan Covid-19. Caranya, antara lain dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. 

Akan tetapi berselang sehari kemudian, pada 23 Oktober 2020, justeru terjadi peningkatan luar biasa kasus Covid-19 pada klaster pesantren dengan ditemukannya sebanyak 111 kasus baru positif Covid-19. Pada hari berikutnya, masih terdapat penambahan kasus pada klaster pesantren dengan ditemukannya sebanyak 44 kasus baru positif Covid-19.(zainulmukhtar)