Hotel dan Tempat Wisata di Bogor Diminta Perketat Protokol Kesehatan

Hotel dan Tempat Wisata di Bogor Diminta Perketat Protokol Kesehatan
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim. (Rizki Mauludi)



INILAH, Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor meminta agar tempat wisata dan hotel memperketat protokol kesehatan jelang libur panjang yang akan bergulir pada pekan depan.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim kepada wartawan usai meresmikan shelter Gojek di Jalan Mayor Oking, Kecamatan Bogor Tengah pada Kamis (22/10/2020).

Dedie mengatakan, hasil rakor dari Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), kemudian ada Menteri Dalam Negeri (Mendagri), kepala BNPB, dan juga ada Menteri Perhubungan (Menhub) intinya meminta kepada pemerintah daerah untuk mempersiapkan dan memperketat protokol Covid-19 di titik-titik rawan.


"Terutama tempat wisata dan hotel. Kemudian juga dari pak doni monardo, kepala BNPB meminta juga karena cuti bersama ini cukup panjang dan nantinya bisa menimbulkan resiko penularan atau penyebaran Covid-19," ungkap Dedie.

Dedie melanjutkan, untuk itu hasil rakor tadi juga meminta agar masyarakat bijak. Artinya jangan seluruhnya kemudian memanfaatkan kondisi cuti panjang ini untuk mudik tetapi mengatur waktu agar ketika mudik atau libura itu tidak menumpuk disatu waktu. 

"Termasuk beliau mengimbau untuk melakukan libur sehat, libur dirumah kalo tidak salah. Jadi liburan sehat liburan di rumah, itu imbauan dari hasil rapat koordinasi," tambahnya.

Ia menjelaskan, untuk Kota Bogor sudah koordinasi dengan PHRI, kemudian juga dengan beberapa asosiasi seperti asita, pengelola perjalanan dan sebagainya untuk memperhtikan protokol kesehatan. Kemudian khusus dengan PHRI, pihaknya mengingatkan terkait dengan kapasitas fasilitas-fasilitas yang ada di hotel. 

"Misalnya lounge, kemudian coffee shop,  kemudian juga restoran untuk membatasi jumlah jangan terlalu penuh. Jadi tetap kami berpatokan saat ini kami masih PSBB. Jadi kalo bisa 50 persen atau diatur sedemikian rupa tidak menunpuk dalam satu waktu untuk mereka yang melakukan kegiatan didalam fasilitas hotel. Kami koordinasi dengan TNI dan Polri, termasuk tim elang dan tim merpati kami kerahkan juga untuk membantu lancarnya proses libur atau cuti bersama di Maulid Nabi ini," jelasnya.

Dedie juga mengimbau, kepada wisatawan yang datang ke Kota Bogor karena situasi saat ini belom merupakan situasi yang aman. Kondisi Bogor meskipun hari ini zona oranye, kalo tidak hati-hati bisa meningkat ke zona merah.

"Itu perlu dibantu, perlu didukung oleh semua pihak agar Kota Bogor tidak lagi tergelincir ke zona merah. Ya gimana caranya?, utamanya mematuhi prokes. Jadi bukan lagi 3M, tapi 3W. Wajib pake masker, Wajib cuci tangan, Wajib jaga jarak. Itu mestinya," pungkasnya.

Rizki Mauludi