DPRD Jabar Dorong Pemprov Percepat Pembangunan Tol Cisumdawu Agar BIJB Tidak Bangkrut

DPRD Jabar Dorong Pemprov Percepat Pembangunan Tol Cisumdawu Agar BIJB Tidak Bangkrut
net



INILAH, Bandung – Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Sugianto Nanggolah mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) agar mempercepat selesainya pembangunan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), sesegera mungkin agar Bandar Udara Internasional Kertajati (BIJB), Kabupaten Majalengka tidak bangkrut.

Dia mengatakan, kondisi BIJB saat ini sangat memprihatinkan lantaran pemasukan yang didapat berbanding jauh dengan pengeluaran yang harus digelontorkan Pemprov. Dia berharap, dengan cepat selesainya Tol Cisumdawu, dapat menyokong jalur transportasi sehingga bisa menyelamatkan bandara kebanggaan masyarakat Jabar tersebut. Terlebih kata Sugianto, pembangunan BIJB sudah menelan biaya yang tidak sedikit.

“Sekarang kita fokus dengan pembangunan Tol Cisumdawu, karena aksesnya untuk melancarkan tujuan ke Bandara Kertajati. Dengan adanya tol itu, akan sangat berpengaruh dengan keberlangsungan BIJB. Kita mendorong pemerintah agar secepatnya menyelesaikan Tol Cisumdawu, karena untuk menghindari bangkrutnya Bandara Kertajati. Semakin lama tol selesai, semakin terbengkalai bandara kita itu,” ujar Sugianto kepada INILAH, Selasa (20/10/2020).


“Saai ini kita rugi terus. Bayar bunga bank saja tiap bulan sangat besar. Kalau enggak salah, pinjamannya itu Rp 1,5 triliun. Bayar bunga tiap bulan sudah berapa itu? Makanya sekarang juga kita lakukan penyertaan modal sebesar Rp 53 miliar, perubahan untuk menyelesaikan Kertajati. Belum lagi bayar pegawai, pemeliharaan dan tentu saja bunga bank. Itu saja tiap tahun kalau enggak salah, Rp 50 miliar per tahun. Makanya soal tol harus cepat ditindaklanjuti, supaya bandara bisa beroperasi dengan baik dan kita dapat PAD. Tadinya kan proyeksinya 2020 ini selesai, tetapi karena banyak hal salah satunya Covid-19 jadi tersendat,” sambungnya.

Sementara itu, mengenai target APBD Jabar tahun ini yang dicanangkan Rp 46 triliun diakui Sugianto gagal. Salah satu penyebabnya kata dia, dampak dari pandemi Covid-19. Anggota Fraksi Partai Demokrat ini pun mengingatkan, agar Gubernur Ridwan Kamil tidak muluk-muluk dalam menentukan target. Sehingga ketika terjadi situasi seperti sekarang, Pemprov tidak terlalu terbebani oleh target.

“2020 sudah dipastikan turun. Minus malah, karena pendapatan daerah tidak sesuai target. Makanya gubernur sekarang mau mengajukan perubahan target. Komisi III dari awal sudah wanti-wanti, agar target jangan terlalu tinggi. Ternyata sekarang kan apa? Kita tidak bisa memprediksi. Sekarang buat hitungan yang tepat, sesuai kenyataan dan rasional,” ucapnya. (Yuliantono)

INILAH, Bandung – Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Sugianto Nanggolah mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) agar mempercepat selesainya pembangunan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), sesegera mungkin agar Bandar Udara Internasional Kertajati (BIJB), Kabupaten Majalengka tidak bangkrut.

Dia mengatakan, kondisi BIJB saat ini sangat memprihatinkan lantaran pemasukan yang didapat berbanding jauh dengan pengeluaran yang harus digelontorkan Pemprov. Dia berharap, dengan cepat selesainya Tol Cisumdawu, dapat menyokong jalur transportasi sehingga bisa menyelamatkan bandara kebanggaan masyarakat Jabar tersebut. Terlebih kata Sugianto, pembangunan BIJB sudah menelan biaya yang tidak sedikit.

“Sekarang kita fokus dengan pembangunan Tol Cisumdawu, karena aksesnya untuk melancarkan tujuan ke Bandara Kertajati. Dengan adanya tol itu, akan sangat berpengaruh dengan keberlangsungan BIJB. Kita mendorong pemerintah agar secepatnya menyelesaikan Tol Cisumdawu, karena untuk menghindari bangkrutnya Bandara Kertajati. Semakin lama tol selesai, semakin terbengkalai bandara kita itu,” ujar Sugianto kepada INILAH, Selasa (20/10/2020).

“Saai ini kita rugi terus. Bayar bunga bank saja tiap bulan sangat besar. Kalau enggak salah, pinjamannya itu Rp 1,5 triliun. Bayar bunga tiap bulan sudah berapa itu? Makanya sekarang juga kita lakukan penyertaan modal sebesar Rp 53 miliar, perubahan untuk menyelesaikan Kertajati. Belum lagi bayar pegawai, pemeliharaan dan tentu saja bunga bank. Itu saja tiap tahun kalau enggak salah, Rp 50 miliar per tahun. Makanya soal tol harus cepat ditindaklanjuti, supaya bandara bisa beroperasi dengan baik dan kita dapat PAD. Tadinya kan proyeksinya 2020 ini selesai, tetapi karena banyak hal salah satunya Covid-19 jadi tersendat,” sambungnya.

Sementara itu, mengenai target APBD Jabar tahun ini yang dicanangkan Rp 46 triliun diakui Sugianto gagal. Salah satu penyebabnya kata dia, dampak dari pandemi Covid-19. Anggota Fraksi Partai Demokrat ini pun mengingatkan, agar Gubernur Ridwan Kamil tidak muluk-muluk dalam menentukan target. Sehingga ketika terjadi situasi seperti sekarang, Pemprov tidak terlalu terbebani oleh target.

“2020 sudah dipastikan turun. Minus malah, karena pendapatan daerah tidak sesuai target. Makanya gubernur sekarang mau mengajukan perubahan target. Komisi III dari awal sudah wanti-wanti, agar target jangan terlalu tinggi. Ternyata sekarang kan apa? Kita tidak bisa memprediksi. Sekarang buat hitungan yang tepat, sesuai kenyataan dan rasional,” ucapnya. (Yuliantono)