Keramik Pot Khas Purwakarta Banyak Diburu 'Emak-emak'

Keramik Pot Khas Purwakarta Banyak Diburu 'Emak-emak'
https://2.bp.blogspot.com/



INILAH, Purwakarta – Di masa pandemi covid-19 ini, pasar ekspor keramik khas Purwakarta cenderung menurun. Bukan tanpa sebab, mengingat ada beberapa Negara tertentu yang sementara waktu memang menutup aksesnya untuk pasar ekspor.

“Biasanya, hasil produksi keramik khas Plered, itu komposisi pasarnya 70 persen untuk kebutuhan ekspor dan 30 persen untuk kebutuhan penjualan lokal. Tapi, di masa pandemic ini justru jumlahnya terbalik,” ujar Kabid UKM pada Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Purwakarta, Ahmad Nizar, kepada INILAH.

Namun demikian, sambung Nizar, meski kebutuhan ekspornya menurun bukan berarti produktifitasnya juga ikut turun. Justru, saat ini ada fenomena menarik, hal mana kerajinan kriya ini sedang digandrungi masyarakat lokal. Terutama, untuk keramik jenis hias salah satunya pot bunga.


Menurut Nizar, Keramik Plered saat ini, banyak diburu warga lokal. Terutama, warga dari Jakarta dan sekitarnya. Mereka, yang mencari keramik ini kebanyak adalah kaum ibu-ibu. Bahkan, ada sebagian dari mereka justru datang dengan menyetir mobil sendiri ke Purwakarta, untuk memborong keramik.

“Kebanyakan, mereka itu mencari pot bunga,” jelas dia.

Dengan kondisi itu, harga keramik melambung tinggi. Saat ini, harganya bisa mencapai tiga hingga lima kali lipat dari kondisi normal. Adapun harga keramik jenis pot bunga ini bervariasi. Dari mulai Rp 2.000 sampai Rp 200 ribu. Tergantung besar dan jenisnya.

“Saat ini, harganya sampai lima kali lipat. Ini berkah dari Covid-19,” ujarnya.

Jadi, saat yang lain terpuruk, kerajinan keramik justru mengalami kondisi sebaliknya. Saat ini, outlet-outlet keramik banyak diserbu pembeli. Selain kendaraan mewah, ada juga ibu-ibu yang membawa truk untuk memborong keramik.

“Kami berharap, UMKM di kita bisa kembali berjaya. Meskipun pandemi masih berlangsung,” pungkasnya. (Asep Mulyana)