Dari Bisnis Donat Karakter, Mahasiswi Ini Raup Untung Jutaan Rupiah Per Bulan

Dari Bisnis Donat Karakter, Mahasiswi Ini Raup Untung Jutaan Rupiah Per Bulan
Foto: Asep Mulyana



INILAH, Purwakarta - Donat merupakan penganan berbahan dasar tepung terigu yang diminati orang kebanyakan. Bentuknya yang khas banyak dicari para penggemarnya. 

Di pinggiran kota Purwakarta, tepatnya di Gang Nusa Indah 2, Kelurahan Nagri Kaler, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta, ada seorang mahasiswi cantik yang bisa dibilang cukup kreatif mengolah donat menjadi makanan yang ‘ngangenin’.

Adalah Alma Ferbyana (20), mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Purwakarta ini mengubah bentuk donat pada umumnya menjadi beragam karakter. Menurutnya, dia memilih terjun ke dunia usaha dengan memroduksi donat karakter ini lantaran masih jarang yang memroduksi.


“Usaha ini saya rintis sejak 2018 lalu,” ujar Alma kepada INILAH, Kamis (15/10/2020).

Alma bercerita, ternyata memulai usaha itu tak selalu memerlukan modal besar. Menurutnya, cukup dengan keuletan, kerja keras, dan fokus pada produk yang dihasilkan bisa membuat usaha yang tadinya kecil menjadi besar.

Dalam bisnisnya ini, dia mengaku modal awal yang dikeluarkannya hanya Rp200 ribu. Kini, bisnis mahasiswi ini sudah meraup omzet jutaan rupiah per bulan. Donat karakter yang dijual Alma, harganya cukup murah dan terjangkau oleh berbagai kalangan. Donat tersebut dibanderol mulai dari Rp7.000 hingga Rp30 ribu.

“Awalnya, saya merintis dengan coba-coba membuat donat sejak 2018 lalu. Namun, serius usahanya mulai Februari 2020 kemarin,” ujarnya.

Untuk pemasarannya, Alma mengaku menawarkan produknya lewat media sosial seperti Instagram dan Facebook. Tapi ada juga lewat offline yang langsung datang ke rumah. Kini donat yang dengan nama pasaran Blio Donuts itu memproduksi jenis donat huruf, donat celup dan donat gula-gula. Adapun, rasa yang disediakan seperti tiramissu, chocolate, matcha, vanilla, strawberry, taro, cappucino dan mango.

“Saat ini, mayoritas yang pesen donat huruf dan itu biasanya untuk acara-acara tertentu. Seperti ulang tahun, acara tunangan ataupun lainnya,” jelas anak kedua ini.

Alma mengklaim jika donat yang diproduksinya merupakan penganan yang halal, higienis, dan tanpa bahan pengawet. Selain itu, dirinya lebih mengedepankan rasa. Adapun keuntungan yang diperoleh dalam bisnisnya ini sekitar Rp2-3 juta per bulan.

“Alhamdulillah, saya kuliah tidak minta biaya ke orang tua. Karena, sudah punya penghasilan sendiri,” ujarnya sembari tersenyum. (Asep Mulyana)