Kalaupun Selesai, Rest Area Puncak Jangan Dipakai Dulu, Lho....?

Kalaupun Selesai, Rest Area Puncak Jangan Dipakai Dulu, Lho....?



INILAH, Cisarua – PT Subota International Contractor selaku pelaksana proyek penataan kawasan dan pembangunan Rest Area Puncak berharap pasca pembangunan 516 buah kios pedagang kaki lima (PKL) tidak langsung 'diaktifkan' sebagai salah satu objek wisata.

Pasalnya, jika proyek pembangunan 516 buah kios yang menelan biaya Rp16,3 miliar itu selesai di akhir 2020 ini, maka proyek penataan kawasan dan pembangunan Rest Area Puncak yang dikerjakan jajarannya dan menelan biaya Rp48,1 milyar baru selesai di Desember Tahun 2021. Demi keselamatan semua pihak, ia berharap Rest Area Puncak ini baru dibuka pada akhir tahun 2021 atau awal 2022 mendatang.

“Kami tak ingin ada kecelakaan kerja dan ketidak nyamanan masyarakat hingga selaku pelaksana proyek penataan kawasan dan pembangunan berharap Rest Area Puncak baru bisa dibuka untuk umum atau menjadi objek wisata setelah proyek ini tuntas dibangun,” kata Direksi PT. Subota International Contractor Yadi kepada wartawan, Kamis (15/10).


Ia menerangkan harapan ini tidak langsung dikabulkan dan jajarannya menunggu kebijakan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) atau Bupati BogorAde Yasin.

“Harapan kami ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan demi kenyamanan kita semua, kalau ada kecelakaan kerja, apalagi menimpa pedagang atau wisatawan, pasti kita ikut disalahkan. Walaupun begitu kami menyerahkan kebijakan tersebut ke Pemkab Bogor," terangnya. (reza zurifwan)