Hakim Vonis Bebas Karyawan RVS, JPU Kasasi ke MA

Hakim Vonis Bebas Karyawan RVS, JPU Kasasi ke MA



INILAH, Bogor – Pengadilan Negeri (PN) Kelas I A Cibinong memvonis bebas terdakwa Darusman, Bakti Suraji, Cahyo Dwi Saputro, Tri Juniawan dan Purwanto (karyawan PT Rusli Vinilon Sakti) dari tuntutan dugaan penipuan yang dituntut oleh jaksa penuntut umum (JPU).

“PN Kelas I A Cibinong telah mengambil keputusan yang tepat dengan memvonis bebas klien kami pada akhir September 2020 lalu saat sidang putusan,” ucap penasihat hukum Gerry Wahyu Riyanto, kepada wartawan, Senin (12/10/2020).

Advocate Managing dari Kantor Hukum SWAP Hamzah Legal Consultan & Patners ini menerangkan sebelumnya JPU Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor menuntut terdakwa Darusman dengan Pasal 378 KUHP jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP dengan pidana penjara 1 tahun 3 bulan karena dianggap melakukan tindak pidana penipuan secara berlanjut.


“Sedangkan Bakti Suraji, Cahyo Dwi Saputro, Tri Juniawan dan Purwanto dituntut dengan Pasal 378 KUHP jo Pasal 56 ke 2 KUHP jo. Pasal 64 Ayat (1) KUHP dengan pidana penjara selama 6 bulan karena dianggap memberi bantuan terhadap terdakwa Darusman. Dengan putusan bebas terdakwa Darusman maka empat terdakwa lainnya juga ikut dinyatakan bebas," terangnya.

Gerry menjelaskan bahwa JPU menuntut para terdakwa, karena dianggap telah melakukan tindak pidana penipuan secara berlanjut sejak Januari 2017 sampai Januari 2020 terkait pembelian barang atau purchase order ke Althof Phil Jaya Teknik, sehingga timbul kerugian bagi PT Rusli Vinilon Sakti.

“Nah, Althof Phil Jaya Teknik merupakan Perusahaan milik Darusman yang disamarkan kepemilikannya agar job order dari PT Rusli Vinilon Sakti dikerjakan oleh perusahaannya sendiri,” jelas Gerry.

Ia menuturkan saat sidang agenda pemeriksaan tidak satupun saksi yang dapat membuktikan kerugian PT Rusli Vinilon Sakti atas pembelian barang ke Althof Phil Jaya Teknik sebagaimana yang didalilkan dalam dakwaan JPU dengan total kerugian sebesar Rp300 juta.

“Dalam keterangan saksi Teddy Sujanto, PT. Rusli Vinilon Sakti merasa dirugikan atas adanya purchase order ke Althof Phil Jaya Teknik dimana kerugiannya terletak pada biaya jasa sebesar 25 persen. Kerugian tersebut didapat dari kebiasaan umum perusahaan,” tuturnya.

Padahal lanjut Gerry, tidak ada aturan baku, tidak ada yang mengatur terkait perhitungan biaya jasa kepada vendor sebesar 25 persen. Dengan demikian kerugian yang dialami oleh PT. Rusli Vinilon Sakti tidak memiliki dasar yang pasti.

“Dalam hukum pidana dalam menyangkangkakan dan mendakwa seseorang harus berdasarkan bukti dan landasan hukum yang pasti bukan hanya sekedar asumsi agar dapat terciptanya tujuan hukum itu sendiri untuk memberikan kepastian hukum,” lanjut Gerry.

Ia menambahkan dari keterangan saksi Thomas Kandida terungkap bahwa barang yang dikirim Althof Phil Jaya Teknik kepada PT Rusli Vinilon Sakti sudah sesuai spesifikasi sebagaimana yang tertuang dalam purchase order. 

Dengan demikian, menurutnya, tidak ada mark up barang yang dilakukan oleh Althof Phil Jaya Teknik, sehingga tidak ada kerugian yang diderita PT. Rusli Vinilon Sakti atas seluruh purchase order ke Althof Phil Jaya Teknik sebab barangnya sudah dikirim semua ke PT Rusli Vinilon Sakti. Atas dasar itu, penasihat hukum dalam nota pembelaan meminta agar Majelis Hakim menyatakan dakwaan dan tuntutan Jaksa Penuntut Umum tidak terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum.

“Alhamdulillah, Kamis 24 September 2020 lalu pada agenda pembacaan putusan di PN Cibinong, majelis hakim membacakan putusan yang pada inti dari amar putusan tersebut menyatakan terdakwa Darusman bin Noto Sudirjo, Bakti Suraji, Tri, Cahyo dan Pur tidak terbukti tidak bersalah,” tambahnya.

Namun, Gerry memaparkan, pasca mendengar vonis bebas, JPU mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) hingga selaku penasihat hukum terdakwa akan mengambil langkah-langkah hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk mempertanyakan kejelasan status klien kami di PT. Rusli Vinilon Sakti. (reza zurifwan)