KWSC Tegaskan PDAM Jangan Jadi Juru Tagih PT SGC

KWSC Tegaskan PDAM Jangan Jadi Juru Tagih PT SGC
Foto: Reza Zurifwan



INILAH, Bogor - Kesepakatan bersama antara  PDAM Tirta Kahuripan dengan PT Sukaputra Graha Cemerlang (SGC) tentang peralihan pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Komplek Perumahan Sentul City dikritisi Komite Warga Sentul City (KWSC).

Pasalnya, di lapangan PDAM Tirta Kahuripan belum juga memasang kembali jaringan pipa air yang diputus PT SGC sebelumnya dengan alasan harus menghubungi anak perusahaan PT Sentul City Tbk tersebut, padahal peralihan pengelolaan SPAM tidak berikut utang piutang antara pelanggan air dengan PT SGC.

"PDAM Tirta Kahuripan belum juga memasang kembali jaringan pipa air warga yang di putus PT SGC, petugas PDAM tersebut menyatakan kalau mau pasang baru untuk air harus menghubungi PT SGC dlahulu. Kok PDAM jadi juru tagih untuk PT SGC. Apa hubungannya pasang air baru dengan SGC, ini kan kewenangan penuh pemerintah dalam hal ini PDAM karena perlalihan pengelolaan SPAM yang diperintahkan Mahkamah Konsitusi (MK) tidak berikut perintah peralihan hutang piutang," kata juru bicara KWSC Deni Erliana kepada wartawan, Minggu (11/10/2020).


Dia mememinta agar PDAM Tirta Kahuripan segera melakukan tugasnya sesuai aturan hukum yang berlaku, jangan mengulur-ulur waktu dan seharusnya Pemkab Bogor mengawasi PDAM agar segera menjalankan tugasnya.

"Kami meminta Pemkab Bogor mengawasi kinerja PDAM Tirta Kahuripan dan jangan malah ikut membiarkan, ingat bahwa ada potensi kerugian negara yang besar dan akan ada dampak hukum jika ini terus menerus dibiarkan. Kami tegaskan PDAM Tirta Kahuripan untuk melakukan tugasbya sesuai aturan yang berlaku," pintanya.

Terkait adanya peralihan karyawan PT SGC ke PDAM Tirta Kahuripan, Deni sapaan akrab wanita berhijab ini menuturkan bahwa hal itu diperbolehkan asalkan karyawan tersebut kredibel dan profesional.

"Kepada karyawan PT SGC yang akan menjadi karyawan PDAM saya titip harus melayani pelanggan air sepenuh hati, profesional dan jangan lupa bahwa saat ini warga di luar Komplek Perumahan Sentul City juga berhak menjadi pelanggan air asalkan memenuhi syarat yang ditentukan oleh PDAM Tirta Kahuripan," tutur Deni.

Sependapat dengan KWSC, Sekda Kabupaten Bogor sekaligus Ketua Dewan Penasehat PDAM Tirta Kahuripan Burhanudin juga menjelaskan bahwa peralihan pengelolaan SPAM tidak termasuk peralihan utang piutang pelanggan air PT SGC.

"Tidak ada peralihan utang piutang pelanggan air PT SGC ke PDAM Tirta Kahuripan, yang ada itu hanya pengelolaan pengelolaan SPAM yang berada di Komplek Perumahan Sentul City," jelas Burhanudin.

Direktur Operasional PT SGC Jonni Kawaldi menambahkan, saat ini jajarannya bersama PDAM Tirta Kahuripan masih melakukan pembahasan peralihan karyawan dari PT SGC ke PDAM Tirta Kahuripan.

"Kami masih melakukan pembahasan peralihan karyawan PT SGC yang akan pindah menjadi karyawan PDAM Tirta Kahuripan, peralihan karyawan ini karena BUMD milik Kabupaten Bogor ini belum punya pegawai yang bisa mengelola SPAM di sana," tambah Jonni. (Reza Zurifwan)