Ingat...Mulai Besok, Purwakarta Kota PSBM

Ingat...Mulai Besok, Purwakarta Kota PSBM



INILAH, Purwakarta – Penyebaran covid-19 di Kabupaten Purwakarta, masih cukup memprihatikan. Bagaimana tidak, sampai saat ini hampir setiap harinya ada penambahan jumlah warga yang terkonfirmasi positif terpapar virus tersebut.

Dari data yang dihumpun Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 setempat, hingga Minggu (11/10/2020) ini, jumlah warga yang terkonfirmasi positif covid-19 mencapai 91 kasus. Warga yang positif ini, paling banyak terdapat wilayah Kecamatan kota, yakni sebanyak 39 kasus.

Terus meningkatnya jumlah warga yang terkonfirmasi positif ini jelas menjadi pukulan telak bagi jajaran pemerintahan setempat. Di satu sisi, pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk meminimalisasi penyebaran virus tersebut. Salah satunya, mendorong penerapan adaptasi kebiasaan baru (AKB).


Ketua Harian Kabupaten Purwakarta, Iyus Permana menuturkan, wilayah perkotaan masih menjadi salah satu sumber penyebaran yang memprihatinkan. Atas dasar itu, GTPP Covid-19 Purwakarta sudah seharusnya melakukan langkah-langkah pencegahan. Adapun upaya yang akan dilakukan, yakni memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM).

“Terhitung mulai tanggal 12 Oktober hingga 26 Oktober 2020 mendatang, kami akan memberlakukan PSBM di wilayah Kecamatan Purwakarta Kota yang meliputi 9 kelurahan dan 1 desa,” ujar Iyus.

Pemberlakuan PSBM untuk wilayah perkotaan ini, lanjut dia, juga merujuk pada peraturan gubernur nomor 48/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Mikro dalam Penanggulangan Coronavirus Desease 2019 (Covid-19) di daerah kabupaten/kota.

“Di kita sudah disiapkan peraturan bupati sebagai turunan kebijakan mengenai pemberlakukan PSBM di Kecamatan Kota ini,” jelas dia.

Secara teknis, sambung dia, dalam pemberlakukan PSBM ini ada sejumlah pembatasan pada kegaiatan tertentu. Di antaranya, pembatasan operasional minimarket atau sejenisnya yang hanya boleh buka pada pukul 09.00 WIB hingga 20.00 WIB.

Sementara, untuk rumah makan atau cafe, boleh buka dan menerima yang makan di tempat sampai dengan pukul 19.00 WIB. Tetapi setelah pukul 19.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB hanya diperbolehkan untuk take way.

“Lalu untuk supermarket, operasionalnya juga dibatasai mulai pukul 10.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB. Kemudian juga akan diadakan pentupan ruas jalan, mulai dari Perempatan Suryo hingga Taman Pembaharuan. Untuk penutupan jalan, dimulai pada pukul 21.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB,” jelasnya.

Iyus juga menambahkan, selama PSBM akan diterapkan sanksi bagi masyarakat non KTP Purwakarta yang melanggar. Sanksinya berupa denda sebesar Rp100 ribu. Sedangkan, bagi perusahaan yang melanggar denda sebesar Rp500 ribu.

Selain itu, langkah-langkah memperketat penerapan protokol kesehatan juga terus dilakukan dalam semua kegiatan, baik pada masyarakat maupun dunia usaha. Dengan kata lain, semuanya akan dipantau selama 14 hari kedepan.

“Semoga bisa berjalan dengan baik sesuai ketentuan PSBM. Tentu saja nantinya diharapkan dapat meminimalisir penyebaran covid-19,” pungkasnya. (Asep Mulyana)