Jamaah Masjid Al Ittihad Teguh Kenakan Masker

Jamaah Masjid Al Ittihad Teguh Kenakan Masker
Foto: Syamsuddin Nasoetion



INILAH, Bandung - Sejak pandemi Covid-19, di berbagai masjid dan tempat peribadatan lain menerapkan aturan ketat. Salah satunya pengenaan masker.

Di Masjid Al Ittihad, hingga kini pengenaan masker para jamaah diharuskan saat melakukan salat. Terlebih, saat salat Jumat berlangsung. Siang tadi, imbauan itu masih dipegang dan diterapkan seluruh jamaah masjid yang berada di lingkungan Kompleks Pasanggrahan Indah, Kelurahan Pasanggarahan, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung.

Ramdan Fauzi Rahmat, ustaz di masjid itu mengaku imbauan pengenaan masker itu dilaksanakan sejak awal pandemi berlangsung. Tepatnya, saat masjid diperbolehkan menggelar ibadah salat berjamaah.


"Alhamdulillah, sampai sekarang jamaah di masjid ini masih tetap mengenakan masker saat salat di masjid. Baik orang dewasa, remaja, atau anak-anak tetap memakai masker untuk menghindari penyebaran Covid-19," kata Ramdan kepada INILAH, Jumat (9/10/2020).

Kepala TKQ/TPQ Al Ittihad itu mengaku, saat anak-anak mengaji pun pengenaan masker tetap dijalankan. Bahkan, anak-anak belia itu diakuinya nyaman mengenakan masker atau face shield saat belajar mengaji. 

Senada dengan itu, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Ittihad Fathoni mengaku penerapan alat pelindung diri (APD) lebih ketat dilakukan beberapa bulan awal pandemi. Selain pengenaan masker wajah, pihaknya pun memberikan tanda di lantai masjid agar menjaga jarak.

"Apa yang kita lakukan di masjid ini sesuai anjuran pemerintah untuk melakukan 3M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak). Kita terus melaksanakan imbauan itu demi keamanan dan kenyamanan jamaah tentunya," ujarnya.

Dia menyebutkan, bahkan sebelumnya DKM mengerahkan para remaja masjid untuk ikut screening para jamaah menggunakan thermo gun untuk mengukur suhu tubuh. Selain itu, sebelum salat Jumat berlangsung para pemuda itu pun menyemprotkan dan membagikan hand sanitizer kepada setiap jamaah yang hadir.

"Kita mengucapkan syukur alhamduillah, perubahan perilaku itu dapat ditaati para jamaah. Ini tak lepas untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19," ujarnya. 

Disingung mengenai sampai kapan anjuran itu dilakukan, Fathoni mengaku belum mengetahui entah sampai kapai. Namun, kata dia, yang pasti hingga pandemi Covid-19 hilang dari muka bumi ini.

"Wallahualam bissawab," ucapnya. (Doni Ramdhani)