Syarifah Angkat Suara Soal Pemanggilan KPK

Syarifah Angkat Suara Soal Pemanggilan KPK
Foto: Rizki Mauludi



INILAH, Bogor - Sekda Kota Bogor Syarifah Sofiah Dwikorawati membeberkan soal pemanggilan dirinya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

"Kamis (8/10/2020) kemarin, saya diminta datang sekitar pukul 13.00 WIB oleh KPK sebagai saksi dan alhamdulillah proses tidak terlalu lama, hanya 30 menit. Karena memang diminta saksi selaku saya Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Bogor," kata Syarifah di Balai Kota Bogor, Jumat (9/10/2020). 

Syarifah melanjutkan, sebagai kepala Dispenda setiap bulan pihaknya memberi upah pungut dan ditemukan ada kesalahan perhitungan. Untuk itu, dia melakukan perbaikan dan menandatangani berita acara kembali.


"Jadi, intinya ini saya sebagai warga negara yang baik setiap permohonan saksi harus hadir. Saya sebagai warga negara yang harus hadir. Begitu ya, harus taat hukum dan harus hadir dalam kesempatan itu," tambahnya.

Dia menjelaskan, tidak ada pertanyaan KPK RI terkait dirinya. Saat itu, dia hadir hanya untuk menandatangani berita acara karena ada kesalahan perhitungan laporan tahun 2013. 

"Saya kira itu mudah-mudahan semua berjalan baik. Ada kesalahan perhitungan saat berita acara, itu hak nya KPK untuk mendapatkan data-data sesuai dengan penghitungan tepat. Karena kemarin ada keselahan perhitungan. Data yang mereka peroleh dari yang mereka kumpulkan," jelasnya. (Rizki Mauludi)