Beras Bansos Terendam Banjir, Begini Langkah Dinsos Cianjur

Beras Bansos Terendam Banjir, Begini Langkah Dinsos Cianjur
Ilustrasi/Antara Foto



INILAH, Cianjur- Dinas Sosial Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengajukan penggantian ratusan karung beras bantuan sosial yang rusak akibat terendam banjir di tiga kecamatan di selatan daerah itu, yakni 140 karung untuk Bantuan Pangan Non Tunai dan 28 karung untuk Program Keluarga Harapan (PKH).

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cianjur, Amad Mutawali saat dihubungi, Rabu mengatakan, pasacaterjadinya banjir bandang di tiga kecamatan, yakni Cijati, Leles dan Agrabinta, pihaknya mendapat laporan adanya seratusan lebih karung beras bantuan sosial untuk warga rusak terendam banjir.

"Kami akan berkoordinasi dengan Bulog untuk segera melakukan penggantian, karena kebutuhan pokok tersebut sangat dibutuhkan warga yang terdampak banjir. Bahkan kami juga telah mengirim bantuan sembako, pakaian dan kebutuhan sehari-hari," katanya.


Pihaknya berharap penggantian beras yang terendam tersebut dapat segera dilakukan agar warga tidak kesullitan untuk mendapatkan bahan pokok, terlebih saat ini akses jalan yang tertutup longsor belum terbuka seluruhnya, sehingga menghambat aktivitas warga di tiga kecamatan tersebut.

Sementara banjir bandang yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Leles, Cijati dan Agrabinta, menyebabkan 140 karung beras BPNT yang baru sampai di salah satu E-warung di Desa Pusakasari, Kecamatan Leles, rusak terendam banjir dengan ketinggian air mencapai dua meter.

"Laporan dilapangan ada sekitar 140 karung beras BPNT yang baru dikirim ke salah satu E-warung, rusak terendam banjir, sehingga tidak dapat disalurkan," kata Kepala Desa Pusakasari Munawar.

Hingga saat ini, beras yang terendam banjir tersebut belum mendapat penggantian dari pemasok, sehingga keluarga penerima manfaat belum mendapatkan haknya, termasuk 28 karung beras program PKH yang belum sempat disalurkan rusak terendam banjir dan belum mendapat penggantian.

"Harapan kami beras yang rusak tersebut segera mendapat penggantian karena warga sangat membutuhkan, terutama yang wilayahnya terisolir akan disalurkan menggunakan sepeda motor meskipun medannya cukup berat karena masih tertutup longsor," katanya. (Antara)