Lagi, Kabupaten Bogor Dapat Bantuan Alat Uji PCR dari Pemprov Jabar

Lagi, Kabupaten Bogor Dapat Bantuan Alat Uji PCR dari Pemprov Jabar
Foto: Reza Zurifwan



INILAH, Bogor - Walaupun alat  uji polymerase chain reaction (PCR) bantuan Pemprov Jawa Barat belum maksimal digunakan Pemkab Bogor karena belum teregistrasi Kementerian Kesehatan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku akan memberikan bantuan lagi.

Hal ini dilakukan karena panjangnya antrian PCR atau hasil swab test di Bumi Tegar Beriman. Ujungnya, hasil tes baru bisa diketahui masyarakat selama dua pekan lebih.

"Kita akan menaikkan ratio swab test atau rapid test sesuai standar WHO yaitu diangka 1 persen dari jumlah penduduk, karena itu kami akan melengkapi atau memberikan bantuan alat uji PCR," ucap Ridwan Kamil kepada wartawan, Rabu (7/10/2020).


Diaa menerangkan, Kabupaten Bogor kembali mendapatkan bantuan baik alat PCR, logistik, obat Covid 19 dan lainnya dari Pemprov Jawa Barat karena jumlah penduduknya yang setara dengan jumlah Provinsi Sumatera Barat.

"Wajar kalau Kabupaten Bogor kembali mendapatkan bantuan dari Pemprov Jawa Barat karena jumlah penduduknya yang hampir mencapai 6 juta jiwa," terangnya.

Mengenai ketersedian tempat tidur atau ruang rawat inap untuk pasien atau suspect Covid-19 di Bumi Tegar Beriman, Emil sapaan akrabnya menjelaskan okupansinya sudah mencapai 60 persen.

"Okupansi ruang rawat inap rumah sakit di Kabupaten Bogor untuk pasien atau suspect Covid-19 sudah mencapai 60 persen. Oleh karena itu. jumlah ruang rawat inap atau isolasi Covid-19 haruslah ditambah," jelas Emil.

Dia melanjutkan, dari jumlah 27 laboratarium kesehatan daerah (Labkesda), 5 di antaranya belum memenuhi standar Kementerian Kesehatan.

"Pemprov Jawa Barat akan terud mendorong agar 5 Labkesda yang belum teregister Kementerian Kesehatan untuk segera memenuhi standar tersebut, sambil menunggu memenuhi standar maka pemerintah daerah atau masyarakat bisa menguji PCR-nya ke Labkesda Provinsi Jawa Barat atau rumah sakit swasta," lanjutnya.

Sementara itu, Bupati Bogor Ade Yasin memerintahkan Dinas Kesehatan untuk segera membentuk Pusat Isolasi Covid 19 di Desa Cibogo, Kecamatan Megamendung.

"Selain segera mengaktikan Pusat Isolasi Covid 19 di Desa Cibogo, Kecamatan Megamendung,  Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor juga harus mengaktifkan Labkesda dan merekrut relawan tenaga kesehatan maupun alat uji PCR," tukas Ade.  (Reza Zurifwan)