Sekda Kota Bogor Apresiasi Diskominfostandi, Tanpa Anggaran Tetap Buat Aplikasi

Sekda Kota Bogor Apresiasi Diskominfostandi, Tanpa Anggaran Tetap Buat Aplikasi
Foto: Rizki Mauludi



INILAH, Bogor - Sekda Kota Bogor Syarifah Sofiah Dwikorawati mengapresiasi Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfostandi) Kota Bogor yang tetap menghasilkan aplikasi untuk dipergunakan aparatur sipil negara (ASN) juga masyarakat Kota Bogor. 

Syarifah mengatakan, aplikasi yang sudah di bangun di Kota Bogor ini luar biasa, ada sekitar 158 aplikasi dikelola di Diskominfo. Mudah-mudahan nanti dari sekian aplikasi di Kota Bogor pengelolaannya tersebar diberbagai instansi, tetapi pengelolaan management nya ada disini.

"Aplikasi itu kan memudahkan komunikasi dalam bentuk teknologi antara pemerintah dan masyarakat, saya apresiasi Diskominfo meski tidak ada anggaran dalam waktu yang relatif cepat tercipta aplikasi-aplikas yang sangat kompetabel dengan situasi saat ini sepeti detektif Covid dan jaga asa. Memang saat covid ini di tuntut kreatifitas bagaimana memudahkan komunikasi dengan masyarakat dan menggambarkan tingkat Covid-19," kata Syarifah, Selasa (6/10/2020).


Dia melanjutkan, aplikasi itu diharapkan terus berjalan. Terlebih, ada aplikasi yang real time dan jangan sampai ada masyarakat yang membutuhkan tidak direspons. 

"Tadi saya sudah komunikasikan sudah ada 13 orang petugas yang bergiliran untuk bertugas. Jika kami melaunching aplikasi yang sifarnya real time kami harus siap. Mengenai data di Diskominfo ini ada bidang statistik, kami sampaikan yang ada disini data-datanya tersusun dengan baik, terus diupdate kalau bisa mulai menjadi big data. Jadi kalau orang mebutuhkan kami cuma buka website atau aplikasi jadi bisa mempermudah," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfostandi Kota Bogor Rahmat Hidayat mengatakan Sekda memberikan arahan dan tugas yang harus segera direalisasikan. Di antaranya pemasangan CCTV, pembuatan big data, dan pendataan aplikasi. 

Dia menyebutkan, awalnya dana yang dibutuhkan sebesar Rp11 miliar. Namun, dikarenakan terkena refocusing itu menjadi Rp6,5 miliar. 

"Walaupun anggarannya berkurang tetapi tetap kami bekerja. Selain APBD, kita akan merealisasikan secara kerja sama dengan pihak ketiga dan ada CSR juga yang bisa dimanfaatkan," pungkasnya. (Rizki Mauludi)