Gawat, Keterisian RS Rujukan Covid-19 di Jabar Dekati Batas Aman

Gawat, Keterisian RS Rujukan Covid-19 di Jabar Dekati Batas Aman
Antara Foto



INILAH, Bandung- Kapasitas Rumah Sakit (RS) rujukan Covid-19 di Jawa Barat mendekati batas cadangan aman sesuai standar World Health Organization (WHO), yakni 60 persen. Di mana tingkat keterisian RS rujukan Covid-19 di Jabar saat ini mendekati 58 persen atau hanya terpaut dua persen dari standar WHO. 

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, kondisi ini menunjukan hal yang kurang baik, menyusul angka kasus Covid-19 yang masih turun naik. 

"Angka okupansi rumah sakit kurang baik, sudah mendekati 58 persen. 60 persen standar WHO batas cadangan yang aman," ujar Ridwan Kamil, Senin (29/10/2020).


Ridwan Kamil mengaku, pihaknya sudah menyikapi tingginya tingkat keterisian RS rujukan Covid-19 ini. Salah satu langkah antisipasi yang dilakukan, yaitu dengan menambah kapasitas fasilitas layanan kesehatan (fasyankes), seperti menambah 40 ruang intesive care unit (ICU) di Kota Depok.

"Di depok kita menambahi 40 ruang ICU dengan peralatan canggih dan mahal, itu bagian dari peningkatan presentase ruang kesehatan," katanya.

Di sisi lain, Ridwan Kamil mengaklaim, Provinsi Jabar  menunjukan hal yang positif dari segi ekonomi. Di mana secara investasi masih tertinggi se-Indonesia. Termasuk ekspor tertinggi dan pajak kendaraan bermotor tidak turun.

"Bulan depan kita sedang berbahagia, kawasan Metropolitan Rebana Patimban akan diresmikan untuk menimbulkan optimisme," ungkapnya. 

Hanya saja, dia melanjutkan, permasalahan dari sektor ekonomi yaitu masih banyak UMKM yang belum memanfaatkan dana pemulihan ekonomi nasional. Di mana secara rata-rata baru 26 persen yang sudah mengakses. Karena itu, pihaknya akan mengenjot sosialisasi untuk mendorong UMKM di Jabar mendapatkan sokongan agar tetap stabil di masa Pandemi. 

"Setengah pelaku ekonomi, kalau tidak ada perbaikan, hanya sanggup maksimal bertahan selama 2 tahun," katanya. (riantonurdiansyah)