Bappenda Kabupaten Cirebon Tetap Berikan Umrah Gratis Bagi Desa yang Lunas PBB

Bappenda Kabupaten Cirebon Tetap Berikan Umrah Gratis Bagi Desa yang Lunas PBB
Foto: Maman Suharman



INILAH, Cirebon - Pemkab Cirebon, melalui Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) tetap akan memberikan penghargaan berupa umrah gratis. Hal itu dilakukan seperti tahun sebelumnya, bagi desa-desa yang lunas Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2020. Meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19, serta target pendapatan sektor pajak ini dikurangi, program umrah gratis tetap berjalan.

Demikian disampaikan Kepala Bappenda Kabupaten Cirebon Erus Rusmana melalui Kabid Pajak Daerah, Fahmi Sudjati. Menurut dia, sama seperti tahun sebelumnya, desa-desa yang lunas PBB dan dengan kriteria yang sudah ditentukan bakal mendapat reward berupa umrah gratis.

Menurutnya, Pemkab Cirebon sudah menganggarkan melalui anggaran perubahan tahun 2020 ini. Meski tahun ini perjalanan umrah ditutup karena wabah Covid-19, namun akan mentransfer biaya perjalanan umroh tersebut ke rekening pemenang undian. Namun,  uang yang ditransfer tersebut bakal diblok dahulu sampai umrah dibuka.


"Di masa pandemi Covid-19 ini kami juga menurunkan target bagi hasil PBB yang semula 100 persen menjadi 75 persen. Lunas 75 persen juga bagi hasil rertibusi bisa dicairkan," ujar Fahmi, Senin (29/9/2020).

Ia menjelaskan, penurunan capaian target PBB sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) Cirebon Nomor 59 Tahun 2020 tentang perubahan atas Peraturan Bupati Cirebon Nomor 13 Tahun 2020 tentang pengalokasian bagian dari hasil pajak dan retribusi daerah kepada desa di Kabupaten Cirebon tahun anggaran 2020. Perbup tersebut, didalamnya mengatur bagi hasil pajak dan retribusi. 

"Hingga akhir September 2020 ini target capaian PBB sebesar Rp43,3 miliar sudah tercapai senilai Rp18 miliar atau sekitar 42 persen. Angka tersebut berasal dari 49 desa yang sudah lunas PBB," katanya.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni tahun 2019, kata Fahmi, pada tanggal dan bulan yang sama jumlah desa yang sudah lunas PBB sebanyak 61 desa. Artinya meskipun di masa pandemi Covid-19 ini, sektor pajak, khususnya PBB tidak berpengaruh signifikan. 

"Dan laporan yang masuk ke kami sifatnya dinamis, bergerak setiap menitnya," ungkap Fahmi.

Pihaknya yakin, target PBB akan tercapai pada akhir tahun nanti. Sisa dua bulan batas akhir PBB adalah waktu yang cukup untuk memenuhi capaian tersebut. Pasalnya, berkaca dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, trend capaian PBB selalu terjadi di akhir tahun, tepatnya pada bulan November. 

"Memang tren peningkatan PBB diakhir tahun, biasanya bulan november," tukasnya. (Maman Suharman)