Unduh di Playstore, Si Votun Beri Kemudahan Disabilitas Netra Akses Keterbukaan Informasi Publik

Unduh di Playstore, Si Votun Beri Kemudahan Disabilitas Netra Akses Keterbukaan Informasi Publik
istimewa



INILAH, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupaya keras mewujudkan keterbukaan informasi publik bagi seluruh lapisan masyarakat. Tak terkecuali untuk para disabilitas netra seiring kehadiran Si Votun atau Sistem Informasi Voice Over Bagi Tuna yang dikembangkan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jawa Barat. 

Saat ini, aplikasi yang memudahkan para disabilitas netra mengakses informasi publik dari Pemprov Jabar tersebut sudah dapat diunduh melalui Playstore dan bisa langsung digunakan. 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kadiskominfo) Jawa Barat Setiaji mengatakan, Si Votun imerupakan tools yang dapat membantu tunanetra agar lebih mudah mendapatkan informasi informasi yang diberikan atau yang disediakan oleh pemerintah. 


"Nah ini kenapa dibuat seperti ini, kan bahwa hak untuk mendapatkan informasi itu artinya tidak membeda bedakan dari lapisan masyarakat kalangan manapun,"  ujar Setiaji, Selasa (29/9/2020).

Karena itu, dia menyampaikan, pemerintah memiliki kewajiban menyediakan seluruh informasi yang inklusif buat siapa saja. Terlebih, kesulitan yang dihadapi para penyandang tunanetra pada saat mengakses informasi tidak hanya dari sisi kelengkapan tapi juga terkait kemudahan. 

"Nah dengan ada teknologi sekarang mereka bisa mengakses teknologi walaupun dari handphone," jelasnya. 

Setiaji memastikan, Si Votun akan sangat bermanfaat jika melihat dari fungsinya yang dapat menterjemahkan informasi Pemprov Jabar menjadi suara yang dapat didengarkan secara langsung. Dia berharap aplikasi ini dapat disebarluaskan juga berencana menambahkan sejumlah konten agar kian membantu para masyarkat yang memiliki keterbatasan melihat. 

"Bisa jadi Si Votun ini menjadi standarisasi untuk sejumlah website yang ada di pemerintahan sehingga user friendly bagi para tunanetra juga. Kan banyak sekali website website yang bisa hanya diakses dan digunakan oleh orang biasa. Padahal kan tunanetra juga punya hak untuk mendapatkan itu," paparnya.

Setiaji menambahkan, Si Votun merupakan aplikasi yang digagas oleh sejumlah staff Diskominfo Jabar agar dapat mewujudkan keterbukaan informasi publik.

Sementara itu, Kepala Seksi Komunikasi Publik Bidang IKP Diskominfo Jabar sekaligus Pimpinan Proyek Si Votun Jabar Indah Dwianti menambahkan, aplikasi ini memang diperuntukkan khusus untuk penyandang disabilitas netra yang sering mengakses informasi yang dibutuhkan tentang Provinsi Jabar melalui Diskominfo. 

"Sebelumnya mereka mengakses atau mencari informasi secara manual, tetapi dengan Si Votun mereka bisa mengakses atau mendapatkan informasi melalui ponsel langsung karena menggunakan basis voice," ujar Indah. 

Menurut Indah, aplikasi Si Votun sudah diujikan beberapa kali langsung oleh para penyandang disabilitas netra di SLB Negeri A Pajajaran Bandung. Senin, 28 September 2020 Si Votun kembali dites oleh tim BRSPDSN Wyataguna bertempat di Wyataguna Jalan Pajajaran Kota Bandung, dihadiri langsung Kepala BRSPDSN Wyataguna, Sudarsono.

Aplikasi Si Votun Jabar ini menyediakan layanan informasi publik bagi masyarakat teman netra di wilayah Jawa Barat, seperti permohonan informasi yang ditangani oleh PPID Diskominfo Jawa Barat serta kritik dan saran.

Indah menambahkan, penyandang disabilitas netra bisa langsung memberikan instruksi lewat suara terkait informasi publik di Jabar dalam aplikasi tersebut.

Dalam acara Uji Testing ini diputar video simulasi penggunaan aplikasi Si Votun Jabar. Dan seluruh peserta Uji Testing yang merupakan penyandang disabilitas netra mencoba mengunduh aplikasi ini di ponsel masing-masing. Harapannya, aplikasi ini dapat dimanfaatkan dengan baik bagi para penyandang disabilitas netra.

Adapun latar belakang Si Votun Jabar, hadir berdasarkan UU Nomor 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Pemerintah mulai membuka keran Keterbukaan Informasi Bagi Masyarakat.

"Tentunya Keterbukaan Informasi Publik ini juga berlaku untuk masyarakat difabel salah satunya adalah masyarakat difabel dalam kategori Tuna netra (keterbatasan pada indra penglihatan) karena mereka juga berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi,” kata dia.

Berdasarkan hal tersebut, kata dia, perlu dibangun infrastruktur pendukung pelaksanaannya. Untuk menunjang hal tersebut, maka diperlukan adanya fasilitas akses aplikasi yang membantu masyarakat penyandang disabilitas netra. Dengan adanya aplikasi ini perlu disosialisasikan secara masif kepada Masyarakat Tuna Netra agar aplikasi ini dapat dimanfaatkan dengan baik. (Rianto Nurdiansyah)