Buntut Ketua DPRD Positif, Wartawan Swab Test, Tapi Hasilnya Kok Lama?

Buntut Ketua DPRD Positif, Wartawan Swab Test, Tapi Hasilnya Kok Lama?



INILAH, Bogor - Walaupun hasil rapid test para jurnalis yang tergabung dalam kelompok kerja wartawan (Pokwan) menyatakan hasilnya non reaktif, Senin pagi para jurnalis yang kontak langsung dengan pasien Covid 19 yaitu Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto kembali melakukan swab test.

Hal ini dilakukan untuk memastikan kesehatan dan kenyamanan para pencari berita, namun sayangnya menurut petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor yang melakukan swav test,hasil swab testnya belum bisa dipastikan kapan keluar.

"Dikira dua hari ternyata hasil pemeriksaan swab testnya belum bisa dipastikan kapan keluarnya, bisa dua minggu atau lebih," kata Ketua Pokwan DPRD Kabupaten Bogor Saeful Ramadan kepada wartawan, Senin, (28/9).


Pimpinan Redaksi BogorOnline ini menerangkan hal itu terjadi karena labpratarium kesehatan daerah (Labkesda) Kabupaten Bogor hanya bisa menguji 200 buah contoh liur orang perharinya.

"Kemampuan Labkesda Kabupaten Bogor hanya  200 buah contoh liur sementara contoh liur yang harus diperiksa itu jumlahnya melebihi itu," terangnya.

Kasubag Humas, Protokol dan Publikasi Sekretariat DPRD Kabupaten Bogor Sujana menuturkan selain wartawan, 35 orang anggota dan staf DPRD Kabupaten Bogor juga dilakukan swab test.

"Dari 35 orang anggota dan staf DPRD Kabupaten Bogor juga dilakukan swab test baru 27 orang yang telah dinyatakan negatif, sementara hasil swab test 8 orang lainnya belum keluar karena baru dilakukan tadi di RS Sentra Medika, Cibinong," tutur Sujana.

Ia menjelaskan kegiatan di DPRD Kabupateb Bogor tetap dilakukan dengan anggota atau pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang telah dinyatakan negatif atau bon reaktif wabah Covid 19.

"Rapat Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah-Perubahan (RAPBD-P) tetap berlangsung dengan pimpinan, anggota DPRD dan pimpinan SKPD, selain itu rapat ini juga dilakukan secara virtual sehingga kami pastika  bahwa rapat tersebut sesuai protokol kesehatan Covid 19. Rapat paripurna sendiri akan dilaksanakan Selasa atau Rabu lusa karena RAPBD-P ini harus segera diserahkan ke Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil," jelasnya. (Reza Zurifwan)