Pelaku UMKM Perikanan dan Peternakan Diberikan Penyuluhan Keamanan Pangan

Pelaku UMKM Perikanan dan Peternakan Diberikan Penyuluhan Keamanan Pangan
Foto: Reza Zurifwan



INILAH, Bogor - Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor melakukam penyuluhan keamanan pangan kepada 30 orang pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang bergerak dibidang pengolahan perikanan maupun peternakan.

Dengan mendapatkan sertifikat keamanan pangan, para pelaku UMKM produk pengolahan perikanan dan peternakan ini akan mudah mendapatkan izin Produk Industri Rumah Tangga (PIRT).

"30 orang para pelaku UMKM produk pengolahan perikanan dan peternakan hari ini kami berikan pelatihan atau penyuluhan keamanan pangan agar kedepan mereka memiliki izin PIRT," ucap Kepala Diskanak Kabupaten Bogor Oetje Soebagdja kepada wartawan, Jumat (25/9/2020).


Dia menerangkan, dalam penyuluhan keamanan pangan, para pelaku UMKM bidang perikanan dan peternakan  diberikan ilmu bahan keamanan pangan, standar operasional prosedur, kesehatan pangan, aturan PIRT hingga cara pengolahan pangan yang baik dan benar.

"Kami memberikan penyuluhan keamanan pangan karena budidaya perikanan dan peternakan potensinya sangat besar dan tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Bogor, untuk capain produksi pengolahan perikanan dan peternakan cenderung meningkat dimana jumlahnya mencapai 9.257 ton dan 175,23 ton," terangnya.

Oetje menghimbau agar masyarakat meningkatkan pelaksanaan pola hidup sehat dan mengkonsumsi ikan, daging ternak ataupun produk-produk olahannya.

"Produk ikan, daging ternak maupun olahannya merupakan sumber protein hewani yang sangat penting bagi tingkat kecerdasan karena mengandung gizi yang cukup tinggi seperti omega-3, DHA, Selenium, taurin, mineral dan vitamin, larena manfaat itu kami menghimbau agar masyarakat mengkonsumsinya dan melaksanakan pola hidup sehat," tutur Oetje.

Sementara itu, Kasi Bina Mutu dan Pemasaran Hasil Perikanan Diskanak Lili Nus Chalimah menjelaskan adanya penyebaran wanag Covid 19 selain memberikan pukulan telak bagi pelaku usaha, ternyata juga memberikan hikmah bagi pelaku UMKM bidang  perikanan dan  peternakan yang membuat mereka memiliki inovatif.

"Sebelum menjalani penyuluhan atau pelatihan keamanan pangan, ternyata para pelaku UMKM bidang perikanan dan peternakan  banyak memiliki ragam produk baru terutama di pangan siap saji yang bergizi dan siap santap. Kendati banyak UMKM yg mengeluh omzetnya turun selama masa Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB), Alhamdulilah untuk produk olahan perikanan dan peternakan relatif stabil," jelas Lili. (Reza Zurifwan)