Diduga Dana Diselewengkan, DPMD Kab Bogor Bakal Evaluasi BUMDes

Diduga Dana Diselewengkan, DPMD Kab Bogor Bakal Evaluasi BUMDes
istimewa



INILAH, Bogor-Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bogor Ade Jaya Munardi mengaku akan mengevaluasi keseluruhan BUMDes yang ada di  Bumi Tegar Beriman.

 

Hal ini karena ada laporan warga bahwa diduga ada penyimpangan pengelolaan BUMDes tersebut, hingga BUMDes tersebut dikatakan tidak maju atau gagal.


 

"Adanya laporan warga tentang BUMDes yang tidak maju (gagal) membuat kita akan mengambil langkah evaluasi baik dari sisi administrasi maupun teknis, kalau ada penyimpangan yang dilakukan oleh Kepala desa ataupun BUMDes maka kita serahkan ke aparat hukum untuk ditindak lanjuti," tegas Ade Jaya.

 

Mantan Kabag Hukum Setda Kabupaten Bogor ini menuturkan dugaan adanya penyimpangan kewenangan pengelolaan BUMDes tidak harus berdasarkan laporan hingga aparat hukum yang mengetahuinya bisa langsung mengusut.

 

"Kan (penyelewengan) itu masuk ranah hukum pidana, tidak harus menunggu laporan atau aduan hingga aparat hukum baik kepolisiam maupun kejaksaan bisa mengusut atau menindaknya apabila ada temuan," tuturnya.

 

Ade menambahkan kalau jajarannya yang menemukan penyimpangan maka akan dilakukan pembinaan dan mengenai adanya penyimpangan maka kita persilahkan untuk mengembalikan 'uang rakyat'.

 

"Kalau kami yang menemukan penyimpangan maka kita dorong oknum tersebut melakukan pengembalian uang atau aset, saya minta 'uang rakyat' harus kembali," tambah Ade.

 

Diwawancarai terpisah, Kepala Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua Eko Widiana bingung karena saldo Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dssanya nol rupiah dan malah disuguhi laporan hutang, padahal sebelumnya Pemdes Tugu Selatan telah menyuntikkan penyertaan modal sebesar Rp 180 juta.

 

"Itu yang kita bingung, disuntik penyertaan modal Rp 180 juta oleh Kepala Desa Tugu Selatan sebelumnya, tetapi saldo BUMDes Tugu Selatan kini nol rupiah, aset tidak ada dan bahkan malah punya hutang," ucap Eko kepada wartawan, Rabu, (23/9).

 

Ia melanjutkan menurut laporan manajemen BUMDesny, BUMDes Tugu Selatan sebelumnya berupa Koperasi Simpan Pinjam (KSP) namun karena gagal maka  saat ini usaha tersebut tidak lagi beroperasi.

 

"Katanya sih bentuk BUMDesnya KSP, tapi laporan uang simpan pinjamnya ga jelas dan tercecer ke mana-mana, legalitas KSP tersebut juga ga ada," lanjutnya. (Reza Zurifwan)