Terdampak Covid-19, ASN di Garut WFH 75%

Terdampak Covid-19, ASN di Garut WFH 75%
Foto: Zainulmukhtar



INILAH, Garut- Pemberlakuan pembagian kerja bagi apratur sipil negara (ASN) Pemkab Garut secara fleksible dengan dua pembagian kerja berlaku bagi ASN yang bekerja di daerah terdampak Covid-19. 

Bagi mereka diberlakukan sistem kerja dengan bekerja dari rumah (Work From Home/WFH) sebesar 75, dan bekerja dari kantor (Work From Office/WFO) sebesar 25 persen. 

Dengan demikian, setiap SKPD berada di daerah terdampak Covid-19 maka jumlah pegawainya yang diperbolehkan masuk kerja di kantor hanya sebanyak 25 persen, dan selebihnya 75 persen lagi bekerja dari rumah. 


Tak ayal, setiap SKPD pun sibuk mengatur pergiliran masing-masing pegawainya yang masuk kantor maupun kerja di rumah.  

Sedangkan bagi ASN bekerja di daerah tak terdampak Covid-19 maka mereka diperbolehkan bekerja masuk kantor seratus persen.

Pembagian kerja bagi ASN di lingkungan Pemkab Garut tersebut diberlakukan berkaitan Kabupaten Garut dinyatakan dalam kondisi darurat Covid-19, menyusul melonjaknya kasus Covid-19 belakangan ini.

Kebijakan sistem kerja ASN Pemkab Garut tersebut efektif berlaku mulai 21 September 2020.

"Untuk daerah yang tidak terdampak, ASN diperbolehkan bekerja ke kantor seratus persen. Sedangkan bagi  yang terdampak, hanya diperbolehkan 25 persen yang masuk ke kantor, maksimal 75 persen," kata Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKD) Kabupaten Garut Didit Fajar Putradi, Selasa (22/9/2020).

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut mengenai level kewaspadaan Covid-19 level kecamatan di Kabupaten Garut per 15-20 September 2020, ada 15 dari 42 kecamatan masuk zona hijau karena dinilai belum terdampak. Yakni Kecamatan Sucinaraja, Karangtengah, Singajaya, Cihurip, Banjarwangi, Peundeuy, Pameungpeuk, Cisompet, Cikelet, Cibalong, Mekarmukti, Pakenjeng, Cisewu, Caringin, dan Kecamatan Pamulihan.

Selebihnya 27 kecamatan lainnya masuk daerah terdampak Covid-19, mulai berisiko tinggi (zona merah), sedang (zona oranye), hingga berisiko rendah (zona kuning).(zainulmukhtar)