Komisi III DPRD Kota Bogor Harapkan Pembangunan Masjid Agung Segera Rampung

Komisi III DPRD Kota Bogor Harapkan Pembangunan Masjid Agung Segera Rampung
dok/inilahkoran



INILAH, Bogor - Komisi III DPRD Kota Bogor berharap proyek lanjutan pembangunan Masjid Agung, Kecamatan Bogor Tengah tidak gagal lelang. Sebab, proyek tersebut sudah lama tidak dilanjutkan setelah Inspektorat Jawa Barat menemukan ketidaksesuaian proses pekerjaan dengan rencana awal pembangunan pada 2017. Komisi III juga siap untuk mengawasi proyek tersebut agar sesuai dengan rencana pembangunan.

Diketahui, proyek tersebut mengalami gagal lelang dua kali pada 2016. Pada 2018, pengerjaan kembali dilakukan Pemkot Bogor dengan anggaran Rp8,6 miliar. Pengerjaan tersebut, menghasilkan bangunan fisik mencapai 65 persen. 

Pada 2019, Pemkot kembali menyiapkan anggaran Rp15 miliar untuk pembangunan. Namun, Puslitbang Perumahan dan Permukiman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan audit konstruksi Masjid Agung pada 2019 yang mengharuskan pembangunan dihentikan sementara.


Audit yang seharusnya sudah keluar pada tahun tersebut baru diterima Pemkot Bogor pada 2020. Hasilnya, kontruksi tidak dapat menopang atap dengan beban berat yang mengharuskan pembuatan struktur baru.

Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil mengatakan, terkait pembangunan masjid agung itu pihaknya mendorong tetap dilaksanakan. Dia mengaku, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengakomodir untuk melaksanakan pembangunan bertahap dengan nilai yang akan dilelang Rp6,8 miliar.

"Pada 2021 akan dianggarkan tambahannya. Kami ingin masjid agung bisa digunakan masyarakat bagian yang tidak terpisahkan dari kebutuhan masyarakat Kota Bogor dan ini hajat Kota Bogor," ungkap Adit kepada wartawan, Selasa (22/9/2020).

Adit melanjutkan, tetapi diharuskan juga tempat ibadah ini dibangun dengan benar agar masyarakat bisa beribadah dengan tentram, aman dan damai. Tentu komisi III akan terus mengawasi pembangunan masjid Agung yang sudah lama tertunda.

Sementara itu, Kasubag Pengelola Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Kota Bogor Adrian Aditya mengatakan total hanya empat perusahaan yang melakukan penawaran. Pada 16 September 2020 dilakukan evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis, dan harga. Saat ini, masih tahap evaluasi hingga Kamis (24/9/2020) mendatang yang nantinya sehari setelah penutupan dilakukan penetapan pemenang.

"Setelah dilakukan pengumuman pemenang tahapan berikutnya adalah masa sanggah selama lima hari kerja, sebelum akhirnya pemenang tender melakukan penandatanganan kontrak untuk melakukan pengerjaan," ungkapnya. (Rizki Mauludi)