Kantor Pertanahan Kota Bogor Rampungkan Pemetaan 30 dari 68 Kelurahan

Kantor Pertanahan Kota Bogor Rampungkan Pemetaan 30 dari 68 Kelurahan
Foto: Rizki Mauludi



INILAH, Bandung - Kantor Pertanahan Kota Bogor menyerahkan peta lengkap Kelurahan Kecamatan Bogor Tengah dan beberapa kelurahan di wilayah Kota Bogor. Kepala Kantor Pertanahan Kota Bogor Ery Juliani Pasoreh mengatakan saat ini pihaknya baru bisa merampungkan setengah dari seluruh wilayah administratif Kota Bogor.

"Berdasarkan rencana yang dimulai Maret lalu, seharusnya pembuatan peta lengkap 68 kelurahan rampung. Tapi, karena ada pandemi Covid-19 pekerjaan itu baru terselesaikan 30 kelurahan. Jadi, masih ada sisa 38 kelurahan lagi yang jadi PR kita," kata Ery, Kamis (17/9/2020).

Menurutnya, sisa 38 kelurahan itu ditargetkan rampung akhir tahun ini.


Secara umum, Ery menyebutkan secara geografis luas wilayah Kota Bogor mencapai 109 kilometer persegi. Wilayah itu terdiri dari 6 kecamatan dan 68 kelurahan dengan jumlah penduduk 1.010.566 jiwa.

Dari luas wilayah tersebut, pada 2018 terdata ada 257.801 bidang. Sedangkan yang terdaftar melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) baru 113.166 bidang pada 2017.

"Untuk 2018 dan 2019 ada alokasi anggaran untuk 126.200 bidang yang pelaksanaan pendaftarannya dua tahap, 60.000 bidang pada 2018 dan 86.000 bidang pada 2019," ujarnya.

Dia menjelaskan, dengan selesainya pendaftaran seluruh bidang tersebut pihaknya kini bersiap membangun Peta Kota Lengkap yang diawali di tingkat kelurahan. Hingga kini, dari 68 kelurahan sudah ada 30 kelurahan terpetakan lengkap.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan BPN bermitra dengan aparatur wilayah untuk akselerasi program PTSL. Sejauh ini akselerasi yang dilakukan berjalan maksimal yang sebetulnya bisa mewujudkan Kota Lengkap, hanya saja tertunda dikarenakan pandemi Covid-19.

"Saya berharap betul seluruh bidang tanah yang ada di 68 kelurahan Kota Bogor dapat terpetakan akhir tahun ini. Saya juga berharap bulan Desember bisa lengkap semua 68 kelurahan. Kota lengkap ini penting, untuk kepastian kepemilikan atas tanah, perencanaan pembangunan, memaksimalkan PAD melalui sektor PBB dan BPHTB," ucapnya. (Rizki Mauludi)